Menuju DIY Kawasan Ramah Lansia, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses

Yogyakarta || jatenggayengnews.com – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kesejahteraan lansia melalui penetapan Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 4 Tahun 2024. Namun, keberhasilan implementasi regulasi tersebut dinilai sangat bergantung pada kolaborasi nyata lintas sektor.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat membuka Seminar dan Lokakarya Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025, yang diselenggarakan pada Rabu (28/5) di Ruang Radyosuyoso, Gedung Bapperida DIY. Kegiatan ini mengangkat tema “Layanan Kesehatan dan Sosial dalam rangka Menuju DIY sebagai Kawasan Ramah Lansia”, dan merupakan hasil kerja sama antara Komisi Daerah (Komda) Lansia DIY dengan Yayasan Karinakas Yogyakarta.

“Sebaik apapun, sekeras apapun usaha pemerintah, jika tidak ada kolaborasi dari yang bersangkutan, tentu tingkat keberhasilannya tidak maksimal. Sehingga tentu memerlukan kolaborasi nyata, lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lansia itu sendiri. Ini agar DIY benar-benar menjadi kawasan ramah lansia,” tegas Sri Paduka.

Dalam sambutannya, Sri Paduka juga mengungkapkan bahwa jumlah penduduk lansia di DIY telah mencapai 17,4 persen, dengan angka harapan hidup rata-rata 75 tahun. Capaian tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih sektor informal masih menjadi tulang punggung perekonomian DIY.

BACA JUGA  Wakil Gubernur DIY Terima Kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Perluas Kerja Sama

Peringatan HLUN yang jatuh setiap tanggal 29 Mei, menurut Sri Paduka, bukan hanya sebagai penghormatan terhadap kontribusi para lansia, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan mereka.

“Sosok seperti Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat menjadi contoh nyata bagaimana semangat di usia lanjut tetap dapat memberi kontribusi besar bagi negeri. Oleh karena itu, para lansia layak mendapatkan layanan publik yang lebih inklusif, mulai dari kesehatan, transportasi, hingga ruang sosial yang ramah dan mendukung kehidupan bermartabat,” tutur Sri Paduka.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kalangan pemerintahan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, komunitas lansia, serta akademisi. Diskusi interaktif dan lokakarya yang digelar diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret guna mempercepat realisasi DIY sebagai Kawasan Ramah Lansia.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2