Sleman, DIY || jatenggayengnews.com – Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), terus menjadi perbincangan publik. Argo meninggal di tempat kejadian usai terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil BMW di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman.
Almarhum Argo dikenal sebagai sosok mahasiswa yang cerdas dan aktif, kepergiannya menyisakan duka yang mendalam, baik bagi keluarga maupun civitas akademika UGM.
Namun, suasana berkabung itu terusik oleh unggahan tidak pantas dari akun Instagram @ci_ccu, yang memicu reaksi keras dari warganet. Dalam fitur “close friends”, pemilik akun memuat candaan yang dianggap tidak berempati dan menyinggung tragedi yang menimpa Argo.
Salah satu unggahan berisi guyonan seperti: “baru banget haha hihi terus bercanda ‘ati ati ya pulangnya’ ‘gamau hati2 wle’ ‘bener ya nanti lu nabrak’ diakhiri dengan tawa dan umpatan. Postingan lain menyebutkan: ‘gong nya adalah yang ditabrak anak FH 24, rip. gw barusan merindin.’
Netizen mengecam keras sikap tersebut, menilainya tidak memiliki kepekaan terhadap musibah dan nyawa manusia. Tak butuh waktu lama, identitas pemilik akun @ci_ccu diungkap sebagai Marshanda Putri Zunanto, mahasiswi Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik UGM angkatan 2021. Informasi ini juga terkonfirmasi lewat data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Marshanda diketahui pernah menjabat sebagai sie keuangan di Dewan Mahasiswa FISIPOL UGM, namun posisinya berakhir pada 2024. Organisasi tersebut juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari struktur mereka sejak tahun lalu.
Setelah mendapat sorotan dan tekanan publik, akun Instagram yang bersangkutan sempat berganti nama menjadi @chacaputriz, lalu dinonaktifkan. Akun LinkedIn yang sebelumnya memuat informasi bahwa Marshanda bekerja sebagai Marketing Specialist di perusahaan Ajaib juga telah dihapus.
Hingga saat ini, Marshanda belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf secara publik. Sementara itu, tagar #JusticeForArgo terus disuarakan di berbagai media sosial sebagai bentuk dukungan moral dan desakan agar kasus ini mendapat perhatian serius, tidak hanya dari pihak berwenang, tetapi juga dari lingkungan kampus.






