Jakarta || Jatenggayengnews.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri belum mencabut atau mengubah instruksinya yang melarang kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti retret yang digelar oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025. Hal ini disampaikan oleh politisi senior PDIP Andreas Hugo Pareira saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2).
“Belum ada, belum ada perubahan instruksi soal retret,” kata Andreas menanggapi pertanyaan wartawan.
Sebelumnya, Megawati mengeluarkan instruksi resmi yang menegaskan bahwa seluruh kepala dan wakil kepala daerah PDIP harus menunda keikutsertaan mereka dalam retret tersebut, seperti tercantum dalam surat DPP PDIP Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 tertanggal 20 Februari 2025. Keputusan ini diambil setelah penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK.
Namun, meski ada larangan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan 17 pejabat PDIP lainnya, tetap memutuskan untuk bergabung dalam retret. Pramono menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah berkomunikasi dengan Megawati dan DPP PDIP, meski ia mengakui bahwa keputusan ini bertentangan dengan instruksi Ketua Umum.
“Saya bersama Pak Walikota Yogyakarta dan 17 lainnya memutuskan untuk ikut retret, dan kami bertanggung jawab penuh atas keputusan ini,” ujar Pramono.
Pramono juga mengungkapkan bahwa keputusan ini telah didiskusikan dengan Megawati dan DPP PDIP, meskipun surat instruksi tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Megawati. “Kami tetap berkomunikasi dengan Ibu Megawati dan DPP Partai mengenai keputusan ini,” tambahnya.
Pramono yang tiba di kompleks Akmil bersama beberapa kepala daerah lainnya juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang telah mengizinkan mereka untuk hadir dalam retret setelah keterlambatan.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Dalam Negeri yang telah memberi izin untuk mengikuti retret ini,” ujarnya.






