Jakarta||jatenggayengnews.com – Majelis Nasional Kahmi menggelar peluncuran buku 100 Hari Kabinet 100 Menteri: Antara Harapan dan Tantangan pada 30 Januari 2025 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Acara ini dihadiri sejumlah aktivis, termasuk dari komunitas Aspirasi Emak-Emak yang dipimpin oleh Wati Salam dan Jatiningsih.
Dalam rangkaian peringatan Milad Kahmi dan Musyawarah Nasional, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pandangannya terkait tantangan pembangunan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur berbasis SDM sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengungkap bahwa masih ada sekitar 10 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah.
Buku tersebut memaparkan analisis terhadap program pemerintah Asta Cita, yang berisi delapan tujuan besar, di antaranya:
- Penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.
- Kemandirian bangsa dalam pangan, energi, serta ekonomi berkelanjutan.
- Peningkatan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur.
- Penguatan SDM, sains, teknologi, dan kesehatan.
- Hilirisasi industri untuk nilai tambah dalam negeri.
- Pemberdayaan desa dan pemerataan ekonomi.
- Reformasi politik, hukum, serta pemberantasan korupsi.
- Harmoni lingkungan dan toleransi antarumat beragama.
Paparan AHY yang detail dan ilmiah mengenai pengembangan infrastruktur menekankan bahwa SDM harus menjadi fondasi utama pembangunan Indonesia di masa depan. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengurai tantangan dan harapan Kabinet Merah Putih.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






