Gegara Proyek Bendungan Jragung, Warga Desa Candirejo Aksi di Kantor Desa Tuntut Penyediaan Air Bersih

SEMARANG || JATENGGAYENGNEWS.com – Sejumlah warga Borangan Desa Candirejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang menyampaikan aspirasi penyediaan air bersih akibat dampak proyek Bendungan Jragung, di Kantor Pemdes Candirejo, Senin (26/8/2024).

Kurang lebih 70 warga Borangan, Desa Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah melakukan aksi ke Kepala Desa Candirejo dan Pelaksana Penyedia Barang dan Jasa Proyek Bendungan Jragung di Kantor Pemdes Candirejo, Senin (26/8/2024) pagi.

Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi akibat kekurangan air dampak dari proyek pembangunan Bendungan Jragung terhadap 112 kepala keluarga(KK) 543 warga.
Koordinator aksi, Suratin (65) dalam tuntutannya menyampaikan bahwa warga meminta kepada pelaksana proyek untuk membuatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Adanya Bendungan Waduk Jragung, aliran sungai tertutup, sehingg air tidak sampai di sungai Borangan. Menyebabkan kekeringan,” ucapnya.

BACA JUGA  Janji Konsumsi Sabu di Hari Kartini, Dua Warga Kebumen Diciduk Polisi

“Maksud dan tujuan kedatangan kami ke Kantor Desa minta solusi. Kami meminta dibuatkan sumur bor. Tadi oleh pamengku proyek (Menkon) sudah disanggupi dan disepakati Bapak Kades untuk segera dibuatkan sumur bor,” jelas Suratin saat dikofirmasi awak media menyampaikan aspirasi, Senin (26/8/2024).

Selain kekurangan air bersih, Suratin menjelaskan bahwa kesehatan lingkungan akibat kekurang air menjadi keprihatinan warga setempat.

Menanggapi tuntutan warga, Ageng Rekso, Humas PT. Brantas Abipraya – Pelita, KSO selaku penyedia jasa pekerjaan Bendungan Jragung paket lll merespon positif tuntutan warga. Untuk itu, Ia akan segera menindaklanjuti dengan mengkomunikasikan dengan menegemen.

BACA JUGA  Mapolda Jateng Resmi Memiliki Monumen Patung Hoegeng Iman Santoso, Jadi Ikon Kebanggaan Polisi Jateng

“Sementara kita masih konfirmasi dulu terkait tuntutan warga. Karena membutuhkan biaya tidak sedikit. Jadi kami butuh persiapan. Kami juga terkendala titik sumbernya dalam kedalaman tertentu belum ketemu juga. Kami pernah ngebur juga namun tidak menemukan sumber air. Untuk penanganan awal sudah kita buatkan sumur resapan 5 titik di sepanjang sungai samping Deket Samping Dusun Borangan dan kami juga mengirim water tank untuk warga,” tuturnya.

“Kalau di acc pimpinan, sumur bor langsung kami realisasikan.kami juga tidak ingin berkonflik dengan warga, ” tutup Ageng Rekso.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto W melalui Kapolsek Bergas Iptu Harjono menekankan akan pentingnya komunikasi antara warga Dusun Barongan dengan pihak penyedia jasa untuk menjaga kondusifitas lingkungan dan Kamtibmas. Oleh karena itu, dia berharap tuntutan warga bisa segera terealisasi.

BACA JUGA  TNI gelar Talent Scouting Atlet Bola Voli Putri Berprestasi Untuk rekruitmen Prajurit

“Betul mulai pukul 8.00 – 10.00 WIB warga Borangan menyampaikan aspirasinya akibat penutupan sungai untuk Bendungan, warga sangat sangat kekurangan air. Sementara dari Kades dan Menkon sanggup membuatkan sumur bor,” tuturnya.

“Untuk menjaga kondusifitas pihak kepolisiaan selalu dan sering koordinasi dengan Kadus dan tokoh masyarakat. Dan kami akan selalu mengawal agar tuntutan warga terpenuhi,” pungkasnya. (Arifin/red)

Gambar 1 Gambar 2