GROBOGAN || JATENGGAYENGNEWS.com – Suasana meriah dan penuh rasa syukur memenuhi perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Paroki Purwodadi serta peresmian Gereja Katolik Hati Yesus yang Maha Kudus, yang berlangsung di Purwodadi. Acara ini menjadi titik penting dalam memperkuat ikatan kebersamaan dan komitmen dalam melayani sesama. Minggu (14/07/2024).
Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Paroki Gereja Katolik Hati Yesus Yang Maha Kudus, Purwodadi. “Dalam 68 tahun, Paroki Gereja ini telah menunjukkan bukti nyata komitmen dan dedikasi dalam pelayanan kepada sesama. Semoga semangat kebersamaan dan cinta kasih yang telah terjalin semakin kokoh dan terus berkembang,” ujar Bupati Sri Sumarni.
Peresmian gereja yang telah direnovasi menjadi simbol dari kerjasama yang erat dalam menjaga dan merawat tempat ibadah. Gedung gereja yang baru direnovasi diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi umat dalam menjalankan ibadah dan kegiatan rohani lainnya.
DPRD Grobogan, Agus Siswanto, menyambut baik peresmian ini sebagai momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai luhur di masyarakat.
“Peresmian Gereja Katolik Hati Yesus yang Maha Kudus ini menunjukkan semangat gotong royong dan kerja sama yang tinggi dalam menjaga tempat ibadah. Ini adalah teladan bagi kita semua untuk terus memelihara nilai-nilai kebersamaan dan cinta kasih,” kata Agus Siswanto.
Acara peresmian ini juga menjadi wadah untuk menghimpun kebersamaan di antara umat dan masyarakat sekitar. Keberagaman kalangan yang turut serta merayakan hari bersejarah ini menambah nilai kebahagiaan dan harapan baru bagi semua yang hadir.
“DPRD Grobogan mengapresiasi peran serta seluruh pihak dalam proses renovasi gereja ini. Semoga Gereja Katolik Hati Yesus yang Maha Kudus ini tetap menjadi tempat yang membawa kedamaian dan harapan bagi umat serta masyarakat sekitar,” tutup Agus Siswanto.
Perayaan HUT ke-68 Paroki Purwodadi dan peresmian Gereja Katolik Hati Yesus yang Maha Kudus ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat ikatan sosial dan keagamaan yang esensial bagi kehidupan bersama. (Red)






