REMBANG || jatenggayengnews.com – Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, masih mempertahankan tradisi “Mapak Poso” sebagai bagian dari menyambut bulan suci Ramadhan. Pada Kamis, 07 Maret 2024, warga Desa Tegaldowo merayakan tradisi turun temurun ini secara serentak di RT masing-masing.
Tradisi ini memperlihatkan bentuk rasa syukur warga masyarakat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Mereka mengadakan selamatan atau syukuran secara bergantian di rumah tetangga, biasanya dalam satu RT terbagi menjadi 2 atau 3 kelompok dengan anggota berkisar antara 6 hingga 15 orang dalam satu Kelompok.
Parmin, salah satu warga desa Tegaldowo menjelaskan, tradisi ini sudah terlaksana turun temurun dari dulu, masing-masing RT jumlahnya berbeda, namun pada dasarnya tujuannya sama yaitu rasa syukur kepada Allah SWT, dan mempererat tali silaturahmi antar warga dan mempertahankan tradisi budaya.
“Dalam kegiatan “Mapak” ini, rangkaian acara dimulai dengan berkumpul di rumah warga kemudian melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama (Modin), Sajian berkat (bahasa lokal) berupa nasi kotak, besek, atau bakul plastik berisi nasi, lauk, dan jajanan turut menjadi bagian penting dari acara ini. Setelah selesai, para tamu membawa pulang satu persatu besek tadi dan melanjutkan ke rumah tetangga berikutnya,” Paparnya.
Namun, inovasi terlihat di Warga RT 11 RW 02 Tegaldowo, dibawah pimpinan RT (Askun ) Mereka menggelar Mapak Poso di Mushola secara bersama-sama satu RT, membawa berkat masing-masing 2 bungkus.
“Sudah sekitar 3 tahun ini, kita melaksanakan Mapak Poso di Mushola, ini keputusan bersama dari warga, mengingat efisiensi dan lebih simpelnya. Karena kalau kebanyakan makanan malah tidak kemakan mas, tapi kalau cuma dua berkat kan pasti kemakan. Apalagi barang-barang semua mahal jadi bisa sedikit ringan mas nggak belanja banyak, yang penting niatnya sama,” jelasnya.
Acara ini sama halnya dengan yang dilaksanakan dirumah warga, namun disini satu RT berkumpul bersama lanjut disertai doa bersama yang dipimpin oleh ustadz atau tokoh agama, kemudian setelah selesai dilanjutian dengan saling tukar bawaan berkat antara warga yang hadir, ini menciptakan kebersamaan yang erat dalam kehidupan bermasyarakat dan menciptakan suasana yang indah dalam menyambut bulan puasa, tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai keagamaan tetapi juga kekompakan dan solidaritas di tengah masyarakat Desa Tegaldowo. (Aji)






