DEMAK || jatenggayengnews.com – Danramil 07/Gajah Kodim 0716/Demak diwakili Babinsa Jatisono Sertu Hartono menghadiri Safari Dakwah Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur KH. R. Achmad Azaim Ibrahimy di Ponpes Salafiyah Syafi’iah Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Selasa (06/06/23).
Kegiatan yang bertajuk “Peran Santri Dalam Menjaga Asas Tunggal Pancasila dan NKRI” tersebut menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebagai narasumber dengan dihadiri anggota DPR RI Mawahib, Bupati Demak yang diwakili Kabag Kesra Ungguh Prakoso, Forkopincam Kecamatan Gajah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, KH.R. Ahmad Azaim Ibrahimy menyampaikan bahwa santri harus mengambil peran dalam memperjuangkan asas tunggal Pancasila, sebagaimana yang dilakukan oleh ulama-ulama pendahulu. Para santri harus bisa meneruskan perjuangan para ulama pendahulu yang berjuang dalam mendirikan negara dan melawan penjajah.
“Santri itu harus bisa menghindari perpecahan. Negara ini ada banyak suku, ras dan agama yang harus dijaga, toleransi. Jadi, santri juga ambil peran dalam menjaga nasionalisme,” ucapnya.
Sementara itu, Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah, menekankan tentang pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, kemerdekaan Indonesia juga turut diperjuangkan oleh para ulama dan santri terdahulu. Sehingga, santri saat ini perlu menghormati perjuangan mereka dengan menjaga keutuhan NKRI.
“Kita ini sudah diajarkan untuk menjaga hubungan sinergi dengan siapapun. Untuk itu, Kalau kita sudah berjanji mempertahankan NKRI, kita harus mengusung perbedaan untuk kemajuan,” tegasnya.
Disela acara, Danramil melalui Babinsa Sertu Hartono berpesan kepada seluruh santri dan warga masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, yakni dengan menghargai perbedaan yang ada, dengan tidak menganggap kelompok atau organisasinya sebagai yang paling benar.
“Kita ini NKRI. Semua yang ada, perbedaan, pendapat, agama, suku, ras maupun yang lain, bukan menjadi halangan untuk bersatu. Justru dengan perbedaan itu, harusnya kita semakin kuat dalam membangun negara yang kita cintai ini,” pungkasnya. (pendim0716)
Wartawan : Arifin
Editor : Luluk






