Jakarta||jatenggayengnews.com – Pihak penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan pemerasan yang melibatkan oknum kepolisian terhadap sejumlah penonton, termasuk turis Malaysia, di acara yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 13–15 Desember 2024. Kasus ini sebelumnya viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan informasi berharga, sehingga kami dapat bekerja sama dengan otoritas Indonesia terkait insiden ini,” ujar pihak DWP dalam pernyataannya pada Jumat (10/01/2025).
Pihak penyelenggara menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan pengunjung. “Kami menyesali ketidaknyamanan yang dialami oleh pihak-pihak yang terdampak. Meskipun kejadian ini sangat mengecewakan, hal tersebut memperkuat tekad kami untuk lebih memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pengunjung di setiap acara,” tulis mereka.
Dalam pernyataan tersebut, DWP juga mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus tersebut. Polri, melalui Divisi Propam, telah mengamankan 18 oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan tersebut. Oknum-oknum ini dituduh melakukan pemerasan terhadap 45 penonton, dengan beberapa korban di antaranya adalah warga negara Malaysia. Total kerugian yang dilaporkan mencapai RM 9 juta atau sekitar Rp 32 miliar. Namun, dana yang berhasil dikembalikan baru mencapai Rp 2,5 miliar, memunculkan pertanyaan tentang ke mana sisanya.
“Kami berterima kasih kepada Polri atas investigasi yang cepat, yang menghasilkan tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, serta mendukung pengembalian dana bagi yang terdampak,” ujar pihak penyelenggara.
Sebagai upaya memperbaiki citra dan membangun kembali kepercayaan, DWP bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Polri, dan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) untuk menerapkan langkah-langkah baru guna memastikan keamanan dan kenyamanan penonton pada acara mendatang.
“Kami tengah mengambil langkah konkret untuk membangun kembali kepercayaan terhadap DWP dan Indonesia sebagai destinasi utama musik dan budaya. Kami berharap dapat menyambut Anda kembali pada 2025, dan bersama-sama merayakan musik, persatuan, serta menciptakan kenangan tak terlupakan,” tandas pihak DWP.
Penyelenggara juga memastikan bahwa DWP 2025 tetap akan berlangsung di Indonesia, dengan berbagai peningkatan keamanan dan kenyamanan demi menarik lebih banyak wisatawan. Komitmen ini diharapkan mampu memulihkan reputasi festival musik terbesar di Asia Tenggara tersebut, sekaligus menjaga kepercayaan komunitas musik global.






