GROBOGAN || Jatenggayengnews.com – Penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah mencapai sekitar 3.600 hektare atau hampir separuh dari target 7.589 hektare. Program tersebut terus diperluas untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung pencapaian target produksi pangan nasional.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet saat meninjau tanaman padi hasil penerapan PM-AAS di Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa.
Alim mengungkapkan rasa syukurnya karena pertumbuhan tanaman padi dengan metode PM-AAS di Grobogan berjalan sesuai harapan. Dari target 7.589 hektare, saat ini sekitar 3.600 hektare telah ditanami.
“Alhamdulillah, pertumbuhan tanaman padi dengan metode PM-AAS di Grobogan ini sesuai dengan yang diharapkan. Dari target 7.589 hektare, saat ini sudah tertanam sekitar 3.600 hektare,” ujarnya.
Menurut Alim, PM-AAS merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang telah diperkenalkan sejak dua tahun terakhir. Pada 2026, pemerintah menargetkan penerapan metode pertanian modern tersebut secara nasional mencapai satu juta hektare.
Dari target nasional tersebut, sekitar 700.000 hektare diharapkan terealisasi hingga 31 Desember 2026. Sementara sisa target sebanyak 300.000 hektare akan dilanjutkan pada Januari 2027 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Melalui penerapan PM-AAS, pemerintah berharap produktivitas padi dapat meningkat hingga minimal 10 ton per hektare, bahkan ditargetkan mencapai 11 ton per hektare. Hasil tersebut diharapkan bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan pola pertanian reguler.
Meski demikian, Alim mengingatkan adanya tantangan berupa serangan hama tikus yang perlu diantisipasi. Penanganannya membutuhkan kerja sama antara petani, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dinas terkait, dan pemerintah daerah.
Pemkab Grobogan Perkuat Pendampingan Petani
Pemerintah Kabupaten Grobogan turut mendukung perluasan PM-AAS melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) khusus PM-AAS di sembilan kecamatan.
Program tersebut diharapkan menjadi sarana bagi petani yang telah menerapkan metode pertanian modern untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada kelompok tani lainnya.
Alim mengapresiasi dukungan pemerintah daerah melalui kegiatan sekolah lapang. Menurutnya, pembelajaran langsung antarkelompok tani dapat mempercepat penyebarluasan pengetahuan sekaligus mendorong penerapan PM-AAS secara lebih luas.
“Pak Bupati sudah menganggarkan SL-PTT khusus PM-AAS di lapangan. Kegiatannya ada di sembilan kecamatan sehingga petani bisa saling belajar dan berbagi ilmu maupun pengalaman agar penerapannya semakin masif,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah kelompok tani dari daerah lain juga mulai tertarik mempelajari penerapan PM-AAS secara mandiri. Kondisi tersebut diharapkan memperkuat transfer pengetahuan antarpelaku pertanian dan memperluas penerapan metode pertanian modern.
Dalam kunjungan tersebut, Wamentan didampingi jajaran Kementerian Pertanian serta Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama jajaran pemerintah daerah.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






