Jateng Gandeng Zheng He Society Perkuat Investasi Global

SEMARANG || jatenggayengnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas kerja sama internasional dengan menggandeng International Zheng He Society dari Singapura. Kolaborasi yang semula berfokus pada pelestarian budaya kini dikembangkan ke sektor investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pengembangan teknologi.

Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, bersama delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok yang diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan hubungan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama yang lebih luas, tidak hanya di bidang budaya tetapi juga ekonomi.

BACA JUGA  Penataan Non ASN di Jawa Tengah Terancam Bermasalah, Ratusan Guru dan Tenaga Teknis Tidak Memenuhi Syarat

“Kedekatan sejarah ini menjadi pintu masuk untuk memperluas kolaborasi. Bahkan, beberapa pengusaha yang datang bersama delegasi sudah berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, Singapura hingga kini masih menjadi salah satu penyumbang terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Tengah. Selain itu, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura pada tahun 2025 mencapai US$114,96 juta, dengan komoditas unggulan berupa produk tembakau, hasil olahan kayu, dan tekstil.

Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, menilai Semarang memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai bagian dari perjalanan Laksamana Zheng He sehingga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya bertaraf internasional.

BACA JUGA  Hendak Lakukan Tawuran, Pelajar SMK Yasiha Gubug, SMK Muhammadiyah Gubug, MA Al Ahrom, SMK 2 Demak, dan SMK Miftahul Wonosalam Diringkus Polisi

“Kami bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan. Daerah yang memiliki narasi sejarah yang kuat akan lebih mudah menarik wisatawan, investor, hingga industri kreatif,” jelas Zhang Lu.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, meliputi investasi, perdagangan, produksi film, hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

“Harapan kami, hubungan dengan Jawa Tengah tidak hanya sebatas pariwisata, tetapi juga mampu menghadirkan lebih banyak investor, pelaku usaha, dan berbagai bentuk kerja sama strategis lainnya,” tambahnya.

BACA JUGA  Kapolres Demak Pimpin Upacara Penurunan Bendera

Dalam kesempatan tersebut, Zhang Lu juga mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026 sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama lintas sektor.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat global sekaligus membuka peluang investasi baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2