Kricak, Pasir, dan Semen Jadi Bahan Utama Betonisasi Jalan TMMD ke-130

Tentang Kami16 Dilihat

REMBANG || Jatenggayengnews.com – Pembangunan infrastruktur jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 terus dilaksanakan di Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Sabtu (18/10/2026). Dalam pengerjaannya, anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama masyarakat memanfaatkan kricak atau batu pecah, pasir, dan semen sebagai bahan utama pembuatan beton untuk meningkatkan kualitas akses jalan desa.

Ketiga material tersebut memiliki fungsi penting dalam menghasilkan beton yang kuat dan tahan lama. Semen berperan sebagai bahan pengikat, pasir menjadi agregat halus yang mengisi rongga di antara material, sedangkan kricak atau batu pecah berfungsi sebagai agregat kasar yang membentuk struktur beton. Penggunaan material dengan kualitas dan komposisi yang sesuai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan konstruksi jalan.

BACA JUGA  Skandal Proyek di Bali: Pekerja Tak Dibayar Rp168 Juta

Di lokasi sasaran, anggota Satgas TMMD bekerja secara gotong royong dalam menyiapkan material dan mengerjakan tahapan betonisasi. Mulai dari pengangkutan bahan, pencampuran adukan, hingga proses pengecoran dilakukan melalui koordinasi dan pembagian tugas. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran pembangunan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana.

Betonisasi jalan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Akses jalan yang lebih baik berpotensi mempermudah mobilitas warga, baik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, maupun menjangkau fasilitas umum. Infrastruktur yang memadai juga menjadi salah satu unsur pendukung kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

BACA JUGA  Sampah Menjamur di Jalan T.M Bahrum Dikeluhkan Warg

Selain memperhatikan ketersediaan material, pelaksanaan betonisasi perlu didukung pengerjaan yang tepat. Komposisi campuran, proses pemadatan, perawatan beton setelah pengecoran, serta pengaturan penggunaan jalan selama proses pengerasan merupakan faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung kualitas dan umur layanan konstruksi.

Kehadiran Satgas TMMD dalam pembangunan jalan ini juga menjadi wujud kerja sama antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun di lokasi pekerjaan memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak demi memenuhi kebutuhan bersama. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara, tidak hanya selama pembangunan berlangsung, tetapi juga dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Melalui program TMMD Reguler ke-130, pembangunan infrastruktur jalan di Desa Ngajaran diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas warga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Dengan pelaksanaan pekerjaan yang memperhatikan kualitas konstruksi serta pemeliharaan secara berkelanjutan, jalan beton tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat setempat.

BACA JUGA  Apel Perdana Kapolda Jateng: Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Ancam PTDH Anggota Pembeking Judi dan Narkoba

Kricak, pasir, dan semen menyatu membangun akses jalan desa. Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Satgas TMMD Reguler ke-130 bersama masyarakat terus berupaya mendukung pembangunan demi kemajuan desa.(Aji/Red)

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2