Polres Grobogan Kerahkan Jajaran Jadi Pembina Upacara, Pesan Kamtibmas Sasar Generasi Z di 42 Sekolah

Tentang Kami22 Dilihat

Grobogan || jatenggayengnews.com -menerjunkan jajarannya secara serentak untuk menjadi pembina upacara bendera di berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Grobogan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendekatkan diri dengan lingkungan pendidikan sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pelajar, khususnya Generasi Z, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi.

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama secara langsung bertindak sebagai pembina upacara di SMA N 1 Purwodadi. Selain Kapolres, Wakapolres Grobogan Kompol Muhammad Fadhlan juga melaksanakan kegiatan serupa sebagai pembina upacara di SMK N 2 Purwodadi. Sementara itu, sembilan pejabat Polres Grobogan lainnya diterjunkan untuk menjadi pembina upacara di sembilan sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Purwodadi.

Tak berhenti di wilayah Purwodadi, Polsek jajaran Polres Grobogan juga bergerak serentak dengan menempatkan Kapolsek maupun personel yang ditunjuk sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah yang berada di wilayah hukumnya. Total, kegiatan pembinaan serentak tersebut menjangkau sedikitnya 42 sekolah di wilayah Kabupaten Grobogan.

Saat menjadi pembina upacara di SMA N 1 Purwodadi, Kapolres Grobogan menyampaikan sejumlah pesan kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga diri, membangun karakter positif, serta menggunakan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.

BACA JUGA  Dugaan Korupsi Proyek LPJU Fiktif di Ketapang, Pelaku Belum Diproses Hukum

Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah persoalan bullying atau perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial. Para siswa diingatkan untuk tidak menjadikan kekurangan, perbedaan fisik, latar belakang keluarga maupun perbedaan lainnya sebagai alasan untuk menghina atau merendahkan teman.

“Apabila mengetahui adanya tindakan bullying, segera sampaikan kepada guru, wali kelas, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan pertolongan. Jangan ikut menertawakan, merekam, menyebarkan atau memberikan dukungan terhadap tindakan tersebut,” tegas Kapolres Grobogan.

AKBP Endhie Pratama juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, kekerasan, perkelahian, penyalahgunaan narkoba, perjudian termasuk judi online, minuman keras, balap liar dan pelanggaran lalu lintas. Para pelajar juga diingatkan agar tidak mudah terbawa ajakan hanya karena ingin dianggap berani, mencari pengakuan maupun mengejar popularitas.

BACA JUGA  Dandim Boyolali Minta Anggota Jaga Kesehatan Dan Bertugas Dengan Baik

Selain persoalan kenakalan remaja, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut menjadi perhatian. Teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari informasi serta berkarya, namun juga memiliki risiko apabila digunakan tanpa memperhatikan etika dan tanggung jawab.

“Jadilah generasi yang cerdas digital. Ingat selalu prinsip saring sebelum sharing dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan daring maupun membuat dan menyebarkan foto atau video palsu tanpa izin,” jelas AKBP Endhie Pratama.

Pesan lainnya berkaitan dengan pencegahan kekerasan berbasis gender. Para pelajar diberikan pemahaman agar tidak melakukan maupun mendukung tindakan kekerasan, pelecehan, intimidasi, pemaksaan, ucapan yang merendahkan serta penyebaran foto atau video pribadi seseorang, termasuk konten yang dibuat atau diedit menggunakan AI tanpa izin.

Jika menemukan teman yang menjadi korban, para pelajar diimbau tidak menyalahkan atau menghakimi korban. Mereka diminta memberikan dukungan serta membantu melaporkan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, pihak sekolah maupun pihak berwenang agar dapat ditangani dengan tepat.

BACA JUGA  Skandal Cinta Jorong Mungo Hebohkan Warga Limapuluh Kota

Mengakhiri amanatnya, Kapolres Grobogan mengutip pesan filsuf Yunani Aristoteles bahwa pendidikan memiliki akar yang pahit, tetapi buahnya manis. Pesan tersebut disampaikan untuk mengingatkan para pelajar bahwa proses belajar membutuhkan ketekunan, kedisiplinan dan kerja keras, namun dapat menjadi bekal dalam meraih masa depan.

“Kepada seluruh siswa, tingkatkan kedisiplinan, hormati guru dan orang tua, sayangi teman, belajar dengan sungguh-sungguh serta jaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah, baik di dunia nyata maupun dunia maya,” pungkasnya.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2