Bupati Grobogan Dorong Guru Berbenah Tingkatkan Mutu Pendidikan

GROBOGAN || JatengGayengNews.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan mendorong seluruh tenaga pendidik untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal tersebut disampaikan Bupati Grobogan Setyo Hadi saat membuka Seminar Nasional PGRI Kabupaten Grobogan Tahun 2026 di Hotel 21 Purwodadi, Sabtu (26/9/2026).

Seminar nasional tersebut mengusung tema “Sukses TKA, Perlindungan Hukum dan Bijak Dalam Bermedia Sosial di Era Digital”. Kegiatan dilaksanakan secara blended, yakni tatap muka dan daring melalui Zoom, dengan diikuti jajaran pengurus PGRI, kepala sekolah serta guru se-Kabupaten Grobogan.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD RI Dr. H. Muhdi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Nur-Wiyono.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menyoroti tiga hal yang dinilai penting dan relevan dengan tantangan tenaga pendidik saat ini, yakni hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), perlindungan hukum bagi guru, serta etika dalam bermedia sosial.

BACA JUGA  Tragisss,,Warga Ngroto Tewas Akibat Rumah Roboh

Setyo Hadi secara terbuka menyampaikan bahwa capaian TKA peserta didik di Kabupaten Grobogan saat ini masih belum sesuai harapan dan berada pada posisi papan bawah di tingkat Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kita harus berani jujur dan mengakui hal ini. Namun, kita tidak perlu saling menyalahkan. Jadikan hasil TKA ini sebagai alarm untuk berbenah bersama, fokus pada solusi, perbaiki proses pembelajaran, perkuat literasi guru, dan bangun kembali semangat belajar anak-anak kita,” tegas Setyo Hadi.

BACA JUGA  Antisipasi Unjuk Rasa, Polresta Pati Gelar Patroli Skala Besar di Titik Rawan

Selain persoalan akademik, Bupati juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan profesinya. Ia memahami bahwa tenaga pendidik dapat berhadapan dengan persoalan hukum maupun sosial ketika melaksanakan tugas.

Karena itu, Setyo Hadi berpesan agar setiap persoalan maupun gesekan yang terjadi di lingkungan sekolah terlebih dahulu diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Poin lain yang menjadi perhatian adalah etika tenaga pendidik dalam menggunakan media sosial. Bupati menegaskan bahwa guru merupakan sosok yang digugu lan ditiru, sehingga keteladanan tidak hanya ditunjukkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di ruang digital.

“Di era digital ini, jempol kita harus memiliki rem. Jangan membagikan informasi yang tidak benar atau tidak bermanfaat, karena jejak digital sangat sulit dihapus. Bijaklah dalam bermedia sosial,” tambahnya.

BACA JUGA  Satlantas Kendal Edukasi Pelajar SMA Negeri 1 Kendal tentang Keselamatan Berlalu Lintas dan Pencegahan Bullying

Melalui seminar tersebut, Pemkab Grobogan berharap para tenaga pendidik dapat memperkuat kompetensi, memahami aspek perlindungan hukum dalam menjalankan tugas, serta semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik di Kabupaten Grobogan.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2