GROBOGAN || jatenggayengnews.com — Pelaksanaan Karnaval Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Grobogan dipastikan kembali digelar selama dua hari pada tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Camat Purwodadi Tondi Sumarjaka. Ia mengatakan, pelaksanaan karnaval tahun ini hanya berlangsung satu hari karena adanya efisiensi anggaran.
Namun, format tersebut dipastikan tidak berlanjut pada tahun depan. Pelaksanaan Karnaval Pembangunan akan kembali menggunakan pola dua hari seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tondi menyebut, kepastian tersebut telah mendapat konfirmasi. Nantinya, satu hari akan diperuntukkan bagi peserta dari kalangan sekolah, sedangkan hari berikutnya khusus peserta kategori umum.
“Kami dapat konfirmasi tahun depan akan dikembalikan dua hari, yang pertama SD (sekolah) dan yang kedua umum,” kata Tondi.
Menurutnya, penggabungan pelaksanaan karnaval menjadi satu hari pada tahun ini juga dipengaruhi rencana pembangunan di sejumlah kawasan yang berada di sekitar jalur karnaval.
Beberapa lokasi yang semula direncanakan menjadi bagian dari jalur karnaval antara lain kawasan Alun-alun Purwodadi, sekitar Pendopo Kabupaten Grobogan, Jalan Kartini, hingga Jalan Taman Siswa.
“Sebetulnya ini digabung karena ada pembangunan yang semula untuk alun-alun sekitar pendopo, sekitar Jalan Kartini, sekitar Jalan Taman Siswa. Rencananya itu tetap mengganggu jalannya acara, sehingga kita gabung jadi satu,” jelasnya.
Meski demikian, pembangunan tersebut belum dimulai saat pelaksanaan karnaval tahun ini. Kondisi itu membuat panitia masih dapat menggunakan panggung kehormatan di depan Pendopo Kabupaten Grobogan serta jalur karnaval yang selama ini digunakan.
Tondi menjelaskan, pelaksanaan karnaval tahun ini juga menerapkan perbedaan titik finis berdasarkan kategori peserta.
Peserta dari kategori TK, SD, dan PAUD diarahkan menyelesaikan perjalanan di kawasan Simpang Lima. Sementara itu, peserta kategori umum tetap menggunakan titik finis di depan Yakkum.
“Untuk yang TK, SD, PAUD, finishnya kami alihkan ke Simpang Lima, tapi yang umum tetap finis di depan Yakkum. Itu sesuai arahan dari Kasat Lantas,” ujarnya.
Selain pembagian kategori dan jalur, jumlah peserta karnaval juga dibatasi setiap tahun. Pembatasan dilakukan untuk menjaga agar pelaksanaan kegiatan tetap efektif dan tidak memakan waktu terlalu panjang.
Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sekitar 46 peserta yang mendaftar untuk mengikuti Karnaval Pembangunan.
“Setiap tahun peserta kita batasi, kalau tidak dibatasi nanti tidak cukup dan jalannya juga terlalu panjang, sehingga memakan waktu lama,” pungkas Tondi.
Dengan dikembalikannya format dua hari pada tahun depan, peserta sekolah dan kategori umum diharapkan dapat memperoleh ruang yang lebih proporsional untuk menampilkan kreativitas dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Grobogan.






