Semarang ||Jatenggayengnews.com- Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dianugerahi gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam Opening Ceremony Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Penganugerahan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Sinergi kedua pihak diharapkan tidak hanya terjalin dalam semangat persaudaraan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi dalam pembinaan karakter dan perlindungan generasi muda.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan sekaligus mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Menurut Kapolri, hubungan antara Polri dan Muhammadiyah yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih saya diberikan kesempatan untuk semakin erat dengan keluarga besar Muhammadiyah. Penganugerahan ini menjadi simbol semakin dekatnya hubungan Polri dengan keluarga besar Muhammadiyah,” ujar Listyo Sigit.
Kapolri menilai Indonesia saat ini menghadapi berbagai dinamika dan ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen bangsa dituntut memiliki ketangguhan, kemandirian, disiplin, serta semangat kerja keras.
Ia juga menekankan pentingnya mendukung berbagai program pemerintah, termasuk upaya mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, serta membuka lapangan pekerjaan.
Dalam konteks pembinaan generasi muda, Kapolri menilai nilai-nilai yang ditanamkan Tapak Suci, seperti disiplin, keberanian, kerja keras dan ketangguhan, sangat relevan untuk membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu terus dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga karakter kuat serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kapolri juga melihat adanya kesamaan nilai antara seorang pendekar Tapak Suci dan anggota Polri. Seorang pendekar memiliki tanggung jawab membela kebenaran dan melindungi pihak yang lemah. Sementara Polri memiliki tugas memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Atas kesamaan tersebut, Kapolri mendorong terwujudnya berbagai bentuk kolaborasi antara Tapak Suci dan Polri, termasuk dalam kegiatan pembinaan generasi muda.
Kolaborasi dapat dilakukan melalui pengembangan Tapak Suci di lingkungan Mabes Polri, Polda hingga Polres, maupun melalui berbagai program bersama yang mendukung pembinaan generasi muda dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Kapolri turut mengajak Tapak Suci dan Polri bersama-sama menjaga situasi tetap sejuk, terutama di tengah pesatnya perkembangan ruang digital.
Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan mereka, mulai dari disinformasi dan misinformasi, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga berbagai perilaku negatif lainnya.
“Saya yakin akan berjalan dengan baik apabila Polri dan Tapak Suci bersinergi dan berkolaborasi. Harapan saya ke depan ini bisa diwujudkan di lapangan untuk menjaga bangsa ini, negara ini dan juga rakyat kita dari berbagai macam ancaman,” tegasnya.
Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kekompakan sebagai modal menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. H. Muhammad Hadikusumo, menyampaikan bahwa Opening Ceremony Muktamar XVI diikuti sekitar 11.000 siswa, kader pencak silat Tapak Suci dan muktamirin.
Menurutnya, Tapak Suci Putera Muhammadiyah memiliki tujuan membentuk manusia yang beriman, berakhlak, sehat, disiplin dan berprestasi.
Muktamar XVI menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran Tapak Suci dalam pembinaan generasi muda dan pembangunan karakter bangsa.
Sinergi dengan Polri diharapkan tidak berhenti pada momentum Muktamar, tetapi berlanjut melalui berbagai program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, Polda Jateng bersama jajaran telah menyiapkan pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah berlangsung aman, tertib dan lancar.
“Pengamanan kami lakukan secara humanis dengan mengedepankan pelayanan kepada peserta maupun masyarakat. Kami mengimbau seluruh peserta bersama-sama menjaga ketertiban agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman dan lancar,” kata Yuliyanto.
(Arifin)






