Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kepemimpinan Berdampak

Tentang Kami25 Dilihat

KARANGANYAR||Jatenggayengnews.com– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership dalam ajang Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 yang digelar di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026).

 

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, investasi, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, menyatakan penghargaan itu diberikan karena Gubernur Jawa Tengah memiliki konsep pembangunan berkelanjutan yang kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu wujudnya terlihat dari percepatan pengembangan kawasan industri di jalur Pantura, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

BACA JUGA  Seorang Pria di Ungaran Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, Ini Jelasnya

 

Menurut Arif, konsistensi kebijakan tersebut berpotensi menjaga laju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang saat ini mencapai 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Kondisi itu diharapkan mampu memperluas lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia menambahkan, capaian Pemprov Jateng sejalan dengan tema SBBI Award ke-27, “Winning Value, Driving Impact”, yang menekankan pentingnya inovasi yang mampu membangun kepercayaan publik melalui hasil kerja yang dirasakan masyarakat.

 

Sejak awal masa kepemimpinannya, Ahmad Luthfi mengedepankan konsep collaborative government dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, media, hingga berbagai elemen masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

 

Menurut Luthfi, pembangunan Jawa Tengah tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak agar program yang dijalankan memberikan manfaat yang luas.

BACA JUGA  Paspor Riza Chalid Dicabut, Boyamin Saiman Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Ekstradisi

 

Di sektor ekonomi, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong peningkatan investasi dengan meminta pemerintah daerah menyiapkan kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus baru. Hingga kini, sebanyak 12 daerah telah mengajukan pengembangan kawasan tersebut.

 

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan sekitar 418 ribu tenaga kerja. Sementara pada Triwulan I 2026, investasi telah menyentuh Rp23,02 triliun dan menyerap lebih dari 94 ribu pekerja. Pada periode yang sama, angka kemiskinan juga menurun menjadi 9,39 persen.

 

Selain investasi, Pemprov Jateng terus memperkuat UMKM melalui pendampingan pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Hingga Triwulan I 2026, sebanyak 199.781 UMKM telah dibina atau meningkat 1.001 unit dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

BACA JUGA  ASN Masuk DPO Tetapi Tak Ditangkap, Polisi Sumut Disorot!

 

Luthfi menegaskan, dari sekitar 4,8 juta UMKM yang ada di Jawa Tengah, mayoritas masih berada pada skala mikro dan kecil. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar pelaku usaha tersebut dapat berkembang dan naik kelas menjadi usaha menengah maupun besar.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2