TEMANGGUNG || jatenggayengnews.com – Kebakaran hebat melanda Pabrik Kayu Lima Utama di Jalan Kranggan–Pringsurat Kilometer 1, Dusun Bangunsari, Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jumat (8/5/2026) sore.
Kobaran api yang membakar area produksi membuat petugas pemadam kebakaran berjibaku selama lebih dari tujuh jam untuk memadamkan si jago merah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada bagian boiler yang menyebabkan minyak panas menyembur dan mengenai tumpukan bahan baku kayu kering di area produksi.
Dalam waktu singkat, api langsung membesar lantaran banyaknya material kayu yang mudah terbakar di lokasi.
Kepala Regu Pemadam Kebakaran Temanggung, Fajar, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 16.27 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.
“Tim berangkat pukul 16.28 WIB dan tiba di lokasi pukul 16.38 WIB. Saat petugas datang, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bahan olahan kayu kering,” ujar Fajar.
Menurutnya, kondisi lokasi yang dipenuhi tumpukan kayu kering membuat api cepat menjalar ke berbagai titik. Para pekerja pabrik sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas tiba.
“Banyaknya tumpukan kayu kering membuat api sulit dikendalikan. Karyawan sempat berusaha memadamkan api sebelum petugas datang,” lanjutnya.
Petugas kemudian melakukan pemadaman intensif disertai pendinginan untuk mencegah bara api kembali muncul di sela material kayu yang terbakar.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 00.34 WIB.
Akibat kejadian tersebut, area seluas sekitar 800 hingga 900 meter persegi hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar.
“Luas area terbakar sekitar 30 kali 30 meter. Kerugian diperkirakan mencapai dua miliar rupiah,” jelas Fajar.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Pemilik pabrik diketahui bernama Joko Budi Santoso (63).
Dalam proses pemadaman, petugas juga berhasil menyelamatkan sebagian besar aset perusahaan. Bangunan pabrik seluas sekitar 7.000 meter persegi dengan nilai taksiran mencapai Rp25 miliar berhasil diamankan dari amukan api.
Sebanyak 14 personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung diterjunkan ke lokasi dengan dukungan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil tangki air.
Proses penanganan turut melibatkan Pemadam Kebakaran Kota Magelang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, PMI Kabupaten Temanggung, Koramil Kranggan, serta Polsek Kranggan.
Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan aman dan kondusif. Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.








