Ketua DPRD Jepara Hadiri Pameran Ukir Nasional

Nasional11 Dilihat

JAKARTA || jatenggayengnews.com – Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, menghadiri pembukaan Pameran Seni Ukir “TATAH” bertajuk Suluk–Sulur–Jepara di Museum Nasional Indonesia, Kamis (30/4/2026). Kehadirannya menegaskan dukungan legislatif terhadap pelestarian seni ukir sebagai identitas budaya Jepara di tingkat nasional.

Pameran yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jepara, HIMKI DPD Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Dekranasda. Kegiatan tersebut juga diproyeksikan menjadi pameran trilogi tahunan guna memperkuat posisi Jepara sebagai pusat ukir dunia.

Dalam sambutannya, Agus Sutisna menegaskan bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar produk ekonomi, tetapi juga warisan budaya yang sarat nilai filosofis.

BACA JUGA  Sakit Hati Karena Tak Dipinjami Uang, EW (51) Nekat Aniaya Korban Hingga Tewas

“Pameran ini adalah langkah strategis mengangkat warisan lokal ke pentas internasional. Karya yang dipamerkan mencerminkan kecerdasan tradisional masyarakat Jepara yang telah diakui dunia,” ujarnya.

Pada tahun pertama, pameran mengusung tema “Suluk” yang mengeksplorasi teknik ukir pada berbagai media, mulai dari mebel, patung, relief, hingga elemen dekorasi ruang modern.

BACA JUGA  Ada Apa Polisi Tanggerang Libatkan 8 Pesonel

Selain aspek budaya, Agus juga menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif dan regenerasi perajin muda agar seni ukir tetap berkembang.

“Kita ingin memastikan keberlanjutan tradisi ini. Seni ukir harus menjadi kebanggaan generasi muda sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” tambahnya.

BACA JUGA  Oknum Polisi Dilaporkan Terkait Investasi Ikan Fiktif

Pameran “TATAH” turut menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi panel, peluncuran buku seni, tur galeri bersama kurator, serta pemutaran film sejarah Kartini.

Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin dalam rangka memperkuat citra Jepara sebagai kota kreatif berbasis budaya. Di akhir kunjungannya, Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung seniman lokal agar karya mereka mampu bersaing dan menginspirasi di tingkat global.