Juru Kunci Sebut Jokowi Pernah Ritual Ke Gunung Kawi Sebelum Jadi Wali Kota Solo Warganet Heboh Dimedsos

Lumajang||Jatenggayengnews.com – Kawasan dataran tinggi di wilayah jawa timur kembali menjadi pusat perhatian publik ruang siber pasca beredarnya dokumentasi interaksi langsung seorang kreator konten supranatural dengan pengelola situs religi setempat.

Dalam rekaman yang jamak dibagikan tersebut pemelihara petilasan keramat mengungkapkan sebuah informasi mengejutkan mengenai rekam jejak kedatangan mantan kepala negara ri di masa lampau sebelum menduduki kursi kekuasaan tertinggi.
Berdasarkan kesaksian lisan dari penjaga situs momentum kehadiran sang tokoh publik terjadi pada fase awal perintisan karier politik praktis tepatnya saat yang bersangkutan tengah berjuang dalam kontestasi pemilihan wali kota di jawa tengah.

“Pak Jokowi sendiri. Waktu itu kan istilahnya dia mencari kelancaran usahanya,” ujar Sunarto seperti dikutip dari potongan video yang beredar luas.

BACA JUGA  Giat Sosialisasi TMMD Oleh Kodim 0717/Grobogan Di Desa Cangkring

Pengelola kompleks ritual kebudayaan itu memaparkan bahwa jajaran pelaku usaha berskala besar beserta para pesohor negeri jamak mendatangi area sakral tersebut guna memanjatkan doa demi kemudahan rezeki serta kelancaran bisnis.
Ditegaskan pula bahwa kehadiran figur negarawan tersebut dilakukan secara mandiri tanpa melalui perwakilan pihak ketiga yang mana aktivitas ziarah fisik ini langsung dikaitkan erat dengan awal mula lonjakan karier politiknya di daerah asal.

BACA JUGA  Kodim Demak Ikuti Program Literasi Digital Sektor Kepada Prajurit TNI

Aksi pembongkaran mitos oleh sang kreator konten sejatinya ditujukan untuk meneliti secara objektif sekaligus meluruskan stigma negatif perihal dugaan adanya ritual pencarian kekayaan secara instan di kalangan masyarakat luas.
Langkah investigasi dengan menyamar sebagai peziarah umum tersebut memicu gelombang perdebatan masif di kalangan pengguna internet yang sebagian besar saling melempar argumen serta menyikapi info tersebut secara skeptis.

BACA JUGA  Taj Yasin Lakukan Mitigasi Surplus dan Minus Komoditas Pertanian

Situs dataran tinggi ini sejatinya merupakan area cagar budaya bernilai sejarah tinggi yang memiliki benang merah erat dengan linimasa kerajaan masa lalu namun citranya kerap bergeser akibat berkembangnya mitos mistis lokal.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi ataupun bantahan tertulis dari pihak lingkaran istana guna merespons testimoni sepihak dari pengelola keraton budaya yang kini terlanjur viral di berbagai platform digital tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok