Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 18 Februari 2026

Nasional456 Dilihat

JAKARTA || jatenggayengnews.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang telah diterbitkan dan disosialisasikan kepada warga persyarikatan.

“Penetapan ini didasarkan pada perhitungan Hisab Hakiki dan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT),” demikian keterangan resmi PP Muhammadiyah dalam maklumatnya.

Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomis murni dalam menentukan awal bulan Hijriah. Tahun ini, penetapan tersebut diperkuat dengan fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 yang terjadi sehari sebelum awal puasa versi Muhammadiyah.

BACA JUGA  Oknum ASN Diduga Ambil Untung Penjualan Tanah Warisan Warga

Dalam kajian ilmu falak, gerhana matahari merupakan bukti terjadinya ijtimak atau konjungsi, yakni saat bulan berada tepat di antara bumi dan matahari dalam satu garis edar. Puncak gerhana diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.12 WIB. Namun, fenomena tersebut sulit bahkan tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia karena matahari telah lebih dahulu terbenam.

Meski tidak terlihat di Nusantara, secara astronomis ijtimak pada 17 Februari 2026 menandai berakhirnya bulan sebelumnya dan dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Rabu, 18 Februari 2026, telah terhitung sebagai 1 Ramadhan 1447 H berdasarkan metode hisab.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026. Pemerintah menggunakan metode rukyat dengan kriteria MABIMS yang mensyaratkan hilal memenuhi batas ketinggian dan visibilitas tertentu untuk dapat dinyatakan terlihat.

BACA JUGA  Peduli Sesama, BEM Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Cendana Kupang Salurkan Bansos Pada Warga Kurang Mampu

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama serta prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional, awal Ramadhan 1447 H versi pemerintah berpeluang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan metode hisab dan rukyat yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Indonesia kembali berpotensi memunculkan perbedaan awal puasa tahun ini. Bagi kalangan yang menggunakan hisab global, gerhana matahari menjadi penanda astronomis yang jelas. Namun bagi pemerintah yang berpegang pada kriteria MABIMS, keputusan tetap bergantung pada hasil pemantauan hilal saat matahari terbenam.

BACA JUGA  Uji Pecinta Trail, Polres Grobogan Buka Event Trabas dan Baksos

Umat Islam Indonesia kini menanti hasil Sidang Isbat untuk mengetahui apakah awal Ramadhan 1447 H akan dijalankan secara serempak atau kembali diawali dengan perbedaan penetapan.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2