DEPOK || jatenggayengnews.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan optimistis mengenai prospek ekonomi nasional saat menghadiri wisuda Universitas Indonesia di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati.
Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia tidak sedang berada dalam situasi yang perlu dikhawatirkan, melainkan tengah melangkah mantap menuju era Indonesia Emas. Ia mengakui, pada awal tahun lalu, khususnya periode Januari hingga Agustus, sempat muncul kekhawatiran publik terkait perlambatan ekonomi, meskipun indikator fiskal terlihat sehat dan sektor moneter relatif stabil.
“Pada periode itu, kita melihat ada perlambatan yang cukup terasa di sektor riil. Padahal secara fiskal dan moneter, kondisinya sebenarnya baik,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, salah satu faktor utama perlambatan tersebut dapat dipahami melalui teori ekonomi yang dikemukakan oleh Milton Friedman, yakni dengan mengamati pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit atau base money. Menurutnya, ketika pertumbuhan base money menurun, peredaran uang di sektor riil ikut terhambat sehingga aktivitas ekonomi melambat.
“Begitu base money turun, uang tidak beredar optimal di sektor riil. Itu langsung berdampak pada aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Pemerintah kemudian melakukan injeksi likuiditas pada Agustus hingga September 2025 untuk mengembalikan momentum peredaran uang. Langkah tersebut mendorong pertumbuhan base money kembali meningkat, diikuti kenaikan dana pihak ketiga serta pertumbuhan kredit yang semakin kuat.
Ia mengakui, kurangnya pemahaman mengenai keseimbangan umum dalam teori ekonomi sempat melahirkan kebijakan yang kurang tepat. Namun, kondisi itu menurutnya dapat segera diperbaiki.
“Saat ini pertumbuhan base money sudah di atas 10 persen atau dua digit. Dengan kondisi itu, kami yakin pertumbuhan kredit juga akan mencapai dua digit,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 telah kembali berada di atas lima persen, yakni sekitar 5,39 persen. Ke depan, ia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mendekati enam persen pada tahun berjalan dan berpotensi melampaui enam persen pada tahun berikutnya hingga mencapai target delapan persen sesuai visi pemerintah.
Menutup sambutannya, Purbaya berpesan kepada para lulusan Universitas Indonesia agar tidak ragu menatap masa depan. “Indonesia sedang berada di jalur yang benar menuju Indonesia Emas. Kalian lulus di waktu yang tepat,” pungkasnya.






