Uji Emisi Insinerator Bandung Masih Menunggu Hasil

Nasional630 Dilihat

BANDUNG || jatenggayengnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan hingga kini belum ada hasil terbaru terkait uji emisi insinerator yang sempat digunakan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Proses pengujian masih berlangsung dan memerlukan waktu sesuai prosedur ilmiah.

Hal tersebut disampaikan Farhan usai meresmikan Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) di Alun-Alun Ujungberung, Senin, 26 Januari 2026.

“Belum ada update karena penelitiannya masih berlangsung. Uji emisi itu membutuhkan waktu minimal dua minggu kerja, bukan 14 hari kalender,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, proses uji emisi tidak dapat dilakukan secara bersamaan oleh seluruh pihak karena adanya keterbatasan jadwal, termasuk dari lembaga penguji. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi.

BACA JUGA  Tragis,, Pembiaran Oleh APH Tentang Miras Tak Berizin

Menurut Farhan, hasil uji emisi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan arah pemanfaatan teknologi insinerator ke depan. Pemkot Bandung ingin memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memenuhi standar ramah lingkungan sebelum dipertimbangkan kembali.

“Kita ingin memastikan dulu hasilnya sehingga insinerator yang sudah ada ini bisa menjadi bagian dari pengembangan teknologi termal ke depan,” jelasnya.

Terkait status perizinan dan operasional, Farhan menegaskan seluruh insinerator di Kota Bandung saat ini masih dilarang untuk digunakan. Meski demikian, Pemkot tetap membuka ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian teknologi pengolahan sampah.

BACA JUGA  Sebanyak 151 Orang WBP Pada Rutan Kelas IIB Kota Agung Terima Remisi Umum

“Sekarang masih dilarang. Tapi sebagai kota yang terbuka, kita harus tetap terbuka terhadap penelitian. Kalau nanti ditemukan teknologi yang membuatnya benar-benar ramah lingkungan, itu akan menjadi bahan pertimbangan,” katanya.

Farhan mengungkapkan, beberapa perguruan tinggi masih aktif melakukan kajian terhadap teknologi insinerator, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Islam Bandung (Unisba).

“Sekarang status semua alat insinerator ini adalah objek penelitian. ITB masih meneliti, Unisba juga masih melakukan penelitian,” ujarnya.

Sambil menunggu hasil kajian ilmiah tersebut, Pemkot Bandung memfokuskan penanganan sampah melalui pengelolaan dari sumbernya. Salah satu langkah yang ditempuh yakni peluncuran program Gaslah yang melibatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat RW.

BACA JUGA  Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pamen

Program ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2