GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan menargetkan pencairan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 mulai dilakukan pada awal Februari mendatang. Target tersebut ditetapkan setelah seluruh tahapan persiapan teknis dan administrasi dinyatakan rampung.
Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Grobogan, Rifqi Syamsul Huda, mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan sejumlah persyaratan sebelum dana disalurkan ke seluruh desa.
“Sekarang masih tahap persiapan. Kami pekan depan mulai sosialisasi ke lapangan, sekaligus menunggu proses teknis seperti OM-SPAN dan pembaruan aplikasi Siskeudes,” ujar Rifqi, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor krusial yang menentukan pencairan Dana Desa adalah pembaruan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dari versi 2.0 ke versi 2.09. Proses upgrade tersebut ditargetkan selesai sebelum Februari, meskipun masih dimungkinkan adanya penyesuaian lanjutan.
“Kalau seluruh sistem sudah siap, pencairan bisa segera dilakukan. Target kami sebenarnya Januari ini. Namun, mungkin baru bisa terlaksana Februari nanti,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Dana Desa Tahap I yang diterima Kabupaten Grobogan memiliki pagu sebesar Rp96.778.079.000. Namun demikian, Rifqi mengungkapkan terjadi penurunan alokasi Dana Desa yang cukup signifikan, rata-rata mencapai 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pagu tertinggi rata-rata berada di kisaran Rp373.456.000 per desa. Sementara itu, sejumlah desa menerima alokasi terendah sebesar Rp244.872.000,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Rifqi, pemerintah desa harus melakukan penyesuaian penggunaan anggaran dengan mengurangi kegiatan pembangunan fisik dan memprioritaskan program nonfisik yang lebih langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain Dana Desa reguler, pada tahun 2026 desa-desa di Grobogan juga akan menerima Dana Desa khusus untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dana khusus tersebut akan dicairkan pada tahap kedua, setelah pembangunan fisik KDMP selesai.
“Untuk KDMP saat ini masih tahap pembangunan fisik yang dikerjakan secara gotong royong bersama TNI. Setelah selesai, akan ada serah terima dari kementerian ke desa,” terangnya.
Dana Desa khusus KDMP nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional koperasi desa, termasuk pengisian gerai serta pembayaran kepada PT Agrinas.
Rifqi berharap, meskipun terjadi penurunan anggaran, pencairan Dana Desa dapat berjalan tepat waktu agar program-program desa tidak mengalami keterlambatan.
“Harapannya, desa-desa bisa segera bergerak sejak awal tahun, meski dengan anggaran yang lebih terbatas,” pungkasnya.







