Alumni UGM Usul Gibran Kuliah S2, Jokowi Tertawa

Nasional501 Dilihat

SOLO || jatenggayengnews.com – Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cirebon Raya, Heru Subagia, mengungkapkan suasana ringan dalam pertemuan rombongan alumni dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Selasa lalu. Pertemuan tersebut turut menyinggung isu pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Heru menyebut, salah satu peserta pertemuan mengusulkan agar Gibran melanjutkan pendidikan strata dua di Universitas Gadjah Mada (UGM). Usulan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Kagama Jawa Barat, Hery Sugihyandi.

“Ada celetukan dari Pak Hery agar Mas Gibran kuliah S2 di UGM. Pak Jokowi langsung tertawa mendengarnya,” ujar Heru saat menceritakan suasana pertemuan.

BACA JUGA  Satgas dan Warga Cangkring Terus Bekerja di Sasaran Pengecoran Jalan

Menurut Heru, pernyataan tersebut mencairkan suasana dan membuat pertemuan berlangsung penuh keakraban. Ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya mencari jalan keluar dari polemik yang berkembang terkait dokumen pendidikan.

“Intinya itu pembicaraan ringan, tapi juga sebagai ikhtiar untuk menjemput nama baik keluarga dan mengakhiri spekulasi yang beredar,” jelasnya.

Isu latar belakang pendidikan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka memang menjadi sorotan publik dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, seorang penulis bernama Rismon Sianipar menerbitkan buku setebal 268 halaman yang secara kritis mengulas perjalanan pendidikan Gibran.

BACA JUGA  Selingkuh Dengan Pegawai Honorer, RP (34) Digerebek Suaminya Sendiri

Dalam pertemuan tersebut, Heru mengungkapkan adanya momen lain ketika Joko Widodo menanggapi isu tersebut dengan nada bercanda.

“Pak Jokowi sempat berkomentar santai soal penulis buku itu. Beliau bilang, ‘Pak Rismon juga S1 saja,’ sambil tersenyum,” ungkap Heru.

Meski suasana pertemuan berlangsung akrab, Heru menegaskan bahwa para alumni sepakat persoalan keabsahan dokumen pendidikan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami semua mengakui Pak Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar alumni UGM. Tapi soal dokumen, tentu penyelesaiannya harus lewat jalur hukum,” tegasnya.

Heru juga mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam isu-isu parsial yang berpotensi memecah belah.

BACA JUGA  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat RS Paru Sumbar Launching BLUD

“Sebagai bangsa, kita punya persoalan yang jauh lebih besar dan mendesak. Jangan sampai energi habis hanya untuk polemik yang tidak produktif,” ujarnya.

Pertemuan antara alumni universitas dan mantan presiden tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif serta mendorong komunikasi sehat demi terciptanya iklim politik yang lebih sejuk dan produktif.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2