Tim DVI Identifikasi Korban Bencana Sumut, DNA Siap Digunakan

Nasional251 Dilihat

MEDAN || jatenggayengnews.com – Pelaksanaan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menegaskan bahwa tim DVI telah dikerahkan di seluruh kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail.

Hingga Selasa, 2 Desember 2025, sebanyak 290 korban berhasil diidentifikasi di 12 kabupaten/kota wilayah Polda Sumut. Seluruh korban berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, maupun properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih relatif utuh pada fase awal.

BACA JUGA  Ketua Fraksi Nasdem Nurchalis Berikan Motivasi kepada Mahasiswa Se-Aceh Lewat Silaturahmi dan Iftar Jama'i

Namun, pekerjaan tim DVI ke depan akan lebih menantang. Saat ini masih terdapat 122 korban hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

Kombes Taufik menambahkan, jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena keterbatasan tempat penyimpanan, jenazah akan dimakamkan dengan penandaan khusus. “Jika di kemudian hari ada kecocokan DNA, kami bisa menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga,” tambahnya.

BACA JUGA  Seorang Wanita Mimpi Aneh Jadi Kenyataan, Ramalan ChatGPT Tepat Sasaran

Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak paling berat dengan 86 orang meninggal dan 104 orang hilang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan (84 orang MD, 4 hilang), Kota Sibolga (47 MD, 9 hilang), Kabupaten Tapanuli Utara (34 MD, 12 hilang), dan daerah lainnya.

Seluruh jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, korban luka mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru. “Kalau nanti memerlukan perawatan ataupun rujukan, kita kirim ke Kota Medan,” jelas Kombes Taufik.

BACA JUGA  Bawa Sabu Dalam Bungkus Rokok Seorang Pemuda Di Pekalongan Di Bekuk Polisi

Persediaan obat sejauh ini sudah diterima dari Mabes Polri dan didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling membutuhkan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.

Karumkit menekankan bahwa fase berikutnya menjadi krusial. “Sementara ini kendala belum ada, tapi seminggu ke depan kemungkinan besar kita akan menghadapi kesulitan karena jenazah yang belum ditemukan sudah mengalami pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak, sehingga metode DNA menjadi cara terakhir yang paling akurat,” ujarnya.

Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh elemen kesehatan dan identifikasi dari Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan