Polri Siap Transformasi Digital, Mahasiswa Jadi Motor Perubahan

TNI dan Polri305 Dilihat

JAKARTA || jatenggayengnews.com — Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK menghadirkan perspektif segar mengenai transformasi Polri di era teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kali ini, mahasiswa tampil sebagai pembicara utama, menekankan peran generasi muda dalam membentuk kepemimpinan nasional masa depan. (5/12/2025)

Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menekankan pentingnya keterbukaan institusi kepolisian terhadap masukan publik.
“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.

Irjen Dachi menjelaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan penggunaan ETLE yang dapat dimodernisasi melalui teknologi dan AI agar lebih ramah masyarakat.
“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan,” katanya.

BACA JUGA  Polres Demak Gelar Latihan Pra Operasi Zebra Candi 2024

Sementara itu, Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern.
“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI—misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan—maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.

BACA JUGA  Briptu Irfan Rifai Diberikan Kenaikan Pangkat Anumerta Setelah Gugur

Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, menekankan perlunya literasi teknologi bagi calon pemimpin kepolisian.
“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,” tuturnya.

BACA JUGA  TMMD Ke-120: Sinergi TNI dan Rakyat Membangun Ketahanan Nasional

Dialog ini menegaskan bahwa masa depan Polri berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Perspektif dari Irjen Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi menunjukkan bahwa transformasi digital Polri membutuhkan kesiapan institusi, masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.