Inovasi dari Balik Jeruji: Rutan Jepara dan Rumah BUMN Luncurkan Produk Ramah Lingkungan

Tentang Kami775 Dilihat

Jepara || Jatenggayengnews.com- 3 Juni 2025 – Rumah Tahanan Negara Jepara berkolaborasi dengan Rumah BUMN Jepara menggelar program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan mengembangkan keterampilan kerajinan tangan berbahan dasar palet kayu bekas. Salah satu produk unggulan yang dihasilkan adalah cup holder atau wadah tempat minuman yang sangat berguna untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki keahlian produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. Produk yang dihasilkan tak hanya memiliki nilai guna tinggi, tetapi juga bernilai estetika dan ramah lingkungan.

Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Rutan Jepara dan pihak eksternal dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja.”Kami ingin agar warga binaan tidak hanya sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapat bekal nyata yang bisa dimanfaatkan dikemudian hari. Kerja sama ini memberi harapan baru bagi mereka,” ujarnya.

BACA JUGA  Di Duga Oknum Guru Di Lombok Timur Selingkuh , Suami Laporkan ke Polisi

Sementara itu, perwakilan dari Rumah BUMN Jepara menambahkan bahwa produk cup holder ini memiliki potensi pasar yang cukup luas terutama di kalangan UMKM kuliner yang membutuhkan kemasan unik dan fungsional untuk meningkatkan daya tarik produk mereka.”Kami memesan 108 cup holder, kami juga akan membantu dalam proses pemasaran dan promosi agar produk hasil karya warga binaan bisa dikenal lebih luas,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tak Beri Ruang Untuk Barang Terlarang, Lapas Bangkinang Gelar Razia di Setiap Blok Hunian WBP

Dengan desain yang minimalis dan bahan ramah lingkungan, cup holder kayu ini menjadi solusi inovatif yang mendukung gerakan pengurangan penggunaan plastik sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi pelaku UMKM. Seluruh proses produksi dilakukan dengan pendampingan dan pelatihan langsung oleh instruktur yang berpengalaman.

BACA JUGA  Paskibraka Todanan Hanya Terima Piagam Tipis, Pengabdian Terabaikan

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental wirausaha bagi warga binaan. Harapannya, setelah bebas nanti, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif.(Wely-jateng)