ACEH UTARA || Jatenggayengnews.com– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, harga cabai merah di Pasar Rakyat Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengalami penurunan signifikan. Harga komoditas ini tercatat turun menjadi Rp 30.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 50.000 per kilogram.
Penurunan harga tersebut disebabkan oleh melimpahnya pasokan cabai dari berbagai daerah penghasil, seperti Tanah Gayo (Aceh Tengah) dan Grong-grong (Pidie). Namun, kondisi ini tidak serta-merta meningkatkan daya beli masyarakat. Justru, sejumlah pedagang mengeluhkan turunnya jumlah pembeli.
“Walaupun harga turun, pembeli malah semakin sepi. Kami berharap peningkatan penjualan menjelang hari besar, tetapi kenyataannya tidak seperti yang kami harapkan,” ujar Wildan (25), salah satu pedagang cabai di pasar tersebut, saat ditemui pada Minggu (1/6/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh Imran, pedagang lainnya di pasar tradisional tersebut. Ia menyebutkan bahwa penurunan harga tidak hanya terjadi pada cabai merah, tetapi juga pada cabai rawit dan cabai hijau. Harga eceran kedua komoditas ini kini berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.
“Pasokan cabai memang melimpah, jadi harga turun. Tapi tomat justru sebaliknya. Minggu ini pasokannya sangat terbatas,” ungkap Imran.
Menurutnya, harga tomat di pasar saat ini mengalami kenaikan yang cukup tajam. Jika biasanya dijual seharga Rp 8.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 14.000 per kilogram. Tomat yang dijual di pasar tersebut sebagian besar berasal dari Tanah Karo, Sumatera Utara, serta dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.
Kondisi fluktuasi harga bahan pangan ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan. Para pedagang berharap kestabilan harga dan peningkatan daya beli masyarakat agar aktivitas pasar tetap berjalan lancar.(*)







