Diduga Ada Penyalahgunaan BBM, Kadis LHK Langsa Dikonfirmasi Terkait Armada Sampah

Foto: Diduga Ada Penyalahgunaan BBM, Kadis LHK Langsa Dikonfirmasi Terkait Armada Sampah

LANGSA || jatenggayengnews.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LHK) Kota Langsa, Ade Putra, dikonfirmasi wartawan media ini terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) pada armada pengangkut sampah milik dinas tersebut. Konfirmasi dilakukan menyusul laporan dari masyarakat yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Laporan itu menyebutkan adanya indikasi pengambilan BBM oleh oknum tertentu di lingkungan Dinas LHK, yang diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk operasional armada sampah. Masyarakat juga mempertanyakan transparansi penggunaan minyak subsidi dalam pengelolaan kendaraan dinas.

BACA JUGA  Galian C Temurejo Diduga Menyimpang

Melalui pesan WhatsApp yang dikirim pada Senin (19/5/2025) sekitar pukul 11.55 WIB, wartawan mempertanyakan jumlah pasokan BBM pertahun untuk kendaraan pengangkut sampah yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Langsa, serta kebenaran isu pengambilan BBM menggunakan jeriken oleh oknum dinas.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kadis LHK, Ade Putra, menjelaskan bahwa pihaknya menganggarkan 121.765 liter solar untuk tahun anggaran 2025. Ia menambahkan bahwa pengisian BBM untuk alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memang menggunakan jeriken, dan tidak ada penggunaan minyak lain di luar itu.

BACA JUGA  Polres Kendal Ungkap Jaringan Narkoba, Perantara Ditangkap dengan 4,96 Gram Ganja

Terkait asal-usul BBM tersebut, Ade Putra menjawab bahwa program persampahan memiliki skema khusus berupa kerja sama antara Pemerintah Kota Langsa dan pihak Pertamina.

“Kalau untuk persampahan ada perihal khusus… kerja sama antara Pemko dan Pertamina,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/5/2025) pukul 09.58 WIB.

BACA JUGA  DPP IMMAN Desak Tindakan Tegas Kapolres Madina terhadap Mafia Tambang Illegal "Pawang"

Namun setelah pernyataan tersebut, Ade Putra tidak memberikan tanggapan lebih lanjut dan memilih tidak menjawab pertanyaan lanjutan wartawan, meski pesan telah terkirim dan terbaca.

Wartawan masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait pengawasan distribusi dan penggunaan BBM subsidi tersebut, untuk menjawab keresahan publik soal akuntabilitas penggunaan dana publik di sektor kebersihan kota.