TAKALAR || jatenggayengnews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Takalar terus meningkat dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini telah menyebar luas di berbagai wilayah dan bahkan menyebabkan korban jiwa.
Salah satu korban terbaru adalah Jumaria Daeng Nina, seorang ibu rumah tangga asal Desa Soreang, Kecamatan Galesong Utara, yang meninggal dunia pada Sabtu (22/02/2024) setelah mengalami komplikasi akibat DBD. Kejadian ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat dan mendesak Dinas Kesehatan Takalar untuk segera mengambil langkah cepat dalam pencegahan serta penanganan kasus DBD.
Kasus kematian akibat DBD ini menjadi peringatan serius bahwa upaya penanganan harus lebih optimal. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Takalar, diharapkan meningkatkan langkah-langkah pencegahan, mempercepat penanganan pasien, dan mencegah jatuhnya korban jiwa lainnya. Langkah-langkah seperti fogging di daerah rawan, penguatan sosialisasi, serta program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berbasis masyarakat menjadi sangat krusial dalam menekan penyebaran virus ini.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) agar tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah kematian Jumaria Daeng Nina memang disebabkan oleh DBD atau faktor lain. Ia menjelaskan bahwa tim dari puskesmas setempat tengah mengumpulkan data guna memastikan penyebab kematian.
Penyelidikan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa tidak terjadi wabah DBD yang lebih luas di Takalar. Pihak Dinas Kesehatan juga berkomitmen memberikan informasi yang akurat setelah hasil investigasi selesai.






