Cita-cita Jadi Dokter, Beginilah Perjuangan Bocah Berjualan Sayur untuk Bertahan Hidup

Nasional244 Dilihat

Jatenggayengnews.com – Muhammad Raffi (12 tahun) menjadi yatim sejak berusia 9 tahun setelah kehilangan ayahnya. Kehidupan Raffi yang awalnya penuh harapan berubah drastis, apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit. Ia hampir putus sekolah, tetapi tekadnya untuk tetap belajar dan membantu ibunya yang sakit membuatnya memilih untuk berjualan sayur keliling.

Dengan keuntungan yang hanya berkisar antara 5.000 hingga 15.000 per hari, Raffi terus berjualan meski harus menempuh jarak jauh. Setiap harinya, ia berjalan kaki sejauh 5 km untuk ke sekolah dan 4-6 km untuk berkeliling kampung menjual sayur. Semua itu ia lakukan demi memastikan ibunya yang sedang sakit tetap bisa bertahan hidup. Bahkan, Raffi hanya tidak bersekolah ketika kakinya sakit akibat berjalan terlalu jauh, bukan karena kekurangan makanan atau tidak ada yang mengantarnya.

BACA JUGA  Bupati Garut Resmikan Aula LPTQ

Ibu Raffi, Fatimah (55 tahun), yang juga menderita sakit, merasa terharu melihat perjuangan anaknya. “Saya kasihan melihat anak saya, dia tidak bisa bermain seperti anak-anak lainnya. Saya sudah berusaha, tapi keadaan saya sakit-sakitan terus,” ungkap Fatimah, yang mengaku kesulitan untuk berobat karena tidak mampu membiayai pengobatan.

Saat ini, Raffi dan ibunya hanya mengandalkan hasil jualan sayur Raffi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun begitu, Raffi tidak menyerah pada keadaan. Dengan penuh semangat, ia bertekad untuk terus bersekolah agar suatu saat bisa menjadi dokter dan menyembuhkan ibunya yang terus sakit.

BACA JUGA  RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi AS

“Saya pengen jadi dokter biar bisa sembuhin ibu dan lihat ibu senyum lagi,” ujarnya penuh harapan.

Raffi memang merindukan ayahnya yang sudah tiada, tetapi ia tahu bahwa kini ia harus menjaga ibunya dengan sekuat tenaga. Meski terpaksa mengorbankan waktu bermainnya, Raffi tetap berjuang untuk mewujudkan cita-citanya.

BACA JUGA  Pangdam IV/Diponegoro Ajak Seluruh Satuan Jajaran Lakukan Penghijauan

“Saya harus kuat, tidak boleh lemah, demi cita-cita saya jadi dokter,” katanya dengan penuh tekad.

Perjuangan Raffi mengingatkan kita akan banyak anak yatim yang harus bekerja keras demi bertahan hidup dan tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka.

Link Donasi : https://kitabisa.com/campaign/sekolahkanyatim/story

(Red)

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2