Keluarga Tuntut Perhatian Perusahaan Setelah WNA China Ditemukan Meninggal di Apartemen Menteng Executive

Peristiwa379 Dilihat

Jakarta||Jatenggayengnews.com-Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China, Mr. Dong Dayong, ditemukan meninggal dunia di apartemennya yang terletak di lantai 10 Apartemen Menteng Executive, Jakarta Pusat, pada Minggu, 15 Desember 2024. Almarhum bekerja di perusahaan nikel PT. Virtual Dragon Nickel Industry (VDNI), yang berlokasi di Gedung Autograph, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Keluarga almarhum, yang diwakili oleh Ms. Shi Jing, tiba di Indonesia sehari setelah kematian Dayong. Shi Jing mengungkapkan rasa terkejutnya karena pada 14 Desember, ia masih berkomunikasi dengan Dayong dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi fatal. “Pada tanggal 14 Desember, saya masih berbicara dengan almarhum melalui telepon, dan tidak ada tanda-tanda bahwa sesuatu yang fatal akan terjadi. Memang, dia sempat ke rumah sakit, tapi dia mengatakan kesehatannya sudah membaik. Namun, keesokan harinya, tanggal 15 Desember, ketika saya mencoba menghubunginya beberapa kali, teleponnya tidak diangkat,” ungkap Shi Jing dengan sedih kepada Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, pada Selasa, 24 Desember 2024.

Menurut Shi Jing, jenazah Dayong hingga saat ini masih disimpan di rumah sakit yang ditunjuk oleh kepolisian Indonesia dan belum dikremasi. Apartemen tempat tinggal almarhum pun masih dalam kondisi police line, yang menghalangi keluarga untuk mengambil barang-barang pribadi miliknya.

BACA JUGA  Gasak Uang Puluhan Juta dan 1 Unit Hp, Warga Manggelewa Diringkus Polisi

Shi Jing juga menyampaikan kekhawatiran terbesar terkait proses kremasi jenazah dan pengangkutan abunya ke China. Mengingat Dayong bekerja di perusahaan smelter nikel di Morosi, Sulawesi Tenggara, keluarga berharap perusahaan tempatnya bekerja memberikan kompensasi atas kematian tersebut. Shi Jing menegaskan bahwa pekerja asing seharusnya tidak dibiarkan begitu saja setelah meninggal dan perusahaan wajib memberikan santunan yang layak, terutama karena Dayong merupakan tulang punggung keluarga yang sangat bergantung padanya.

BACA JUGA  Viral!!! Diduga Vidio Oknum Anggota DPRD Lakukan Hubungan Badan Dengan Seorang Wanita

“Saya berharap perusahaan memberikan kompensasi yang layak, mengingat Dayong telah bekerja keras untuk membesarkan perusahaan ini. Almarhum memiliki ibu yang sangat bergantung padanya. Keluarga ingin memastikan hak-hak almarhum dan keluarganya yang ditinggalkan diperhatikan,” ujar Shi Jing.

BACA JUGA  Remaja di Semarang Luka Kena Sajam Saat Coba Lerai Keributan di Depan Kafe

Shi Jing juga berharap bantuan dari Pemerintah China, melalui Kedutaan Besar China di Jakarta, agar masalah kompensasi dan proses penyelesaian kematian Dayong dapat segera diselesaikan. “Saya akan menunggu sampai semua proses penyelesaian kasus kematian Dayong selesai, termasuk pemberian kompensasi dan proses kremasi, baru saya akan kembali ke China,” kata Shi Jing, yang penuh harapan agar masalah ini dapat segera diatasi.

Gambar 1 Gambar 2