18 Polres di Jawa Tengah Ganti Pucuk Pimpinan, Kabid Humas: Wujud Kesiapan Polri Hadapi Tahun 2025

TNI dan Polri407 Dilihat

SEMARANG||Jatenggayengnews.com – Menjelang akhir tahun 2024, sebanyak 18 Polres/ta/tabes di jajaran Polda Jawa Tengah mengalami pergantian pucuk pimpinan (mutasi). Polda Jawa Tengah menyebutkan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat organisasi Polri agar lebih adaptif menghadapi tantangan di masa depan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa mutasi ini adalah langkah strategis yang rutin dilakukan Polri untuk mendukung penyegaran organisasi serta mengembangkan karier personel. “Mutasi jabatan dalam Polri adalah hal yang biasa. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat dengan menempatkan personel yang berkompeten di bidangnya masing-masing,” ujarnya dalam keterangan pers di Mapolda Jawa Tengah, Senin (30/12/2024).

Polres yang Mengalami Pergantian Pimpinan: Beberapa Polres yang mengalami pergantian pimpinan antara lain Polrestabes Semarang, Polresta Surakarta, Polresta Magelang, Polres Rembang, Polres Magelang Kota, Polres Sukoharjo, Polres Kebumen, Polres Jepara, Polres Banjarnegara, Polres Karanganyar, Polres Grobogan, Polres Semarang, Polres Klaten, Polres Batang, Polres Purbalingga, Polres Boyolali, Polres Temanggung, dan Polres Tegal Kota. Selain itu, terdapat pula dua posisi Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng yang mengalami pergantian, yaitu Kepala Biro Logistik (Karo Log) dan Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN).

BACA JUGA  Mutasi dan Rotasi untuk Tingkatkan Kinerja di Polresta Jambi

Kombes Pol Artanto berharap bahwa mutasi ini dapat memberikan semangat baru bagi Polda Jawa Tengah dan jajaran dalam melaksanakan tugas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. “Dengan mutasi ini, kami berharap stabilitas keamanan di wilayah Jawa Tengah tetap terjaga, khususnya untuk mendukung program pemerintah dan mengamankan agenda strategis nasional yang akan berlangsung di tahun 2025,” tambahnya.

Daftar Pejabat yang Dimutasi: Berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/2776/XII/KEP./2024 tertanggal 29 Desember 2024, terdapat 36 Perwira Menengah Polri yang dimutasi, di antaranya:

BACA JUGA  Anggota Polsek Cikupa Laksanakan Kegiatan Pengaturan Lalin di Jalan Raya Serang
  1. AKBP Budi Priyanto, S.I.K., M.Si. – Wadirreskrimum Polda Jateng diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tk. III Bareskrim Polri.
  2. AKBP Suryadi, S.I.K., M.H. – Kapolres Rembang diangkat sebagai Wadirreskrimum Polda Jateng.
  3. AKBP Dhanang Bagus Anggoro, S.I.K., M.H. – Kapolres Magelang Kota diangkat sebagai Kapolres Rembang.
  4. AKBP Anita Indah Setyaningrum, S.I.K., M.H. – Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Jateng diangkat sebagai Kapolres Magelang Kota.
  5. Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. – Kapolresta Surakarta diangkat sebagai Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri.

Dan banyak pejabat lainnya yang juga mengalami rotasi untuk memastikan pelayanan kepolisian yang lebih optimal di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pesan untuk Pejabat Baru dan Lama: Kombes Pol Artanto mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusinya selama ini. Kepada pejabat baru, ia berharap agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, serta terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

BACA JUGA  Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Kodam IV/Diponegoro

Optimisme Menghadapi Tahun 2025: Polda Jawa Tengah optimis bahwa langkah mutasi ini akan semakin menguatkan soliditas dan profesionalisme organisasi, khususnya dalam menghadapi tantangan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di tahun 2025. Polri juga berharap agar dengan adanya perubahan ini, kinerja di jajaran Polda Jateng semakin maksimal dalam menjaga ketertiban dan mendukung program-program pemerintah yang strategis.

Mutasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Polri dalam menyambut tahun 2025 dan menghadapi tantangan besar yang mungkin timbul, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Gambar 1 Gambar 2