Inilah Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran di Wilayah Kabupaten Grobogan

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Memasuki musim kemarau, intensitas terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Grobogan cukup tinggi.

Tak hanya tinggal diam, menyikapi hal tersebut Kapolres Grobogan memerintahkan seluruh jajarannya untuk gencar memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas dan Polisi Rukun Warga (RW) yang telah dibentuk Polres Grobogan.

Hal itu, disampaikan langsung Kapolres Grobogan dihadapan para pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Grobogan, Selasa (08/08/2023).

‘’Untuk meminimalkan kebakaran yang akhir-akhir ini sering terjadi, seluruh anggota terutama Bhabinkamtibmas dan Polisi RW agar memberikan imbauan kepada masyarakat dengan memanfaatkan pengeras suara di Mushola dan Masjid wilayahnya masing-masing,’’ kata Kapolres Grobogan.

BACA JUGA  Manfaatkan DBHCHT, Disnakerperinkop dan UKM Kudus Buka 26 Program Pelatihan Kerja

Dalam pelaksanaannya, para Bhabinkamtibmas dan Polisi RW tersebut juga diharapkan dapat menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat.

‘’Sehingga imbauan terkait kewaspadaan terjadinya kebakaran tak hanya berhenti usai dilakukan di Masjid ataupun Mushala,’’ jelas AKBP Dedy Anung Kurniawan.

Kapolres Grobogan mengatakan bahwa saat ini tempat ibadah seperti masjid, mushala dan tempat ibadah lainnya menjadi tempat yang efektif untuk menyampaikan pesan positif terkait mitigasi bencana dan keamanan.

BACA JUGA  TMMD Sengkuyung Tahap III kodim Boyolali Ikut Sukseskan Program KB

Ditambahkan AKBP Dedy Anung Kurniawan, beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Grobogan diantaranya yakni akibat konsleting listrik, lupa mematikan kompor, hingga bediang yang digunakan para peternak untuk mengusir nyamuk di dalam kendang hewan miliknya.

“Ingatkan warga agar melakukan pemeriksaan kabel atau alat jaringan listrik harus diperiksa, kabel yang sudah lama atau tua agar di cek. Tujuannya untuk menghindari korsleting yang berakibat pada kebakaran,” ujar AKBP Dedy Anung Kurniawan.

“Apalagi saat menyulut bediang, jangan ditinggalkan karena berbahaya. Jika bediang menjalar ke pakan ternak, seperti jerami kering maka akan cepat terbakar dan bisa terjadi kebakaran. Pastikan tidak ada api yang masih menyala saat akan pergi meninggalkan rumah ,” pungkas Kapolres Grobogan.

BACA JUGA  Terus Bina Kekeluargaan Dengan Warga, Babinsa Cepogo Bantu Pasang Besi Cor

 

 

Wartawan : Heri

Editor        : Luluk

Gambar 1 Gambar 2