Forkopimda Blora Kompak Sambut Investor Lewat Ngopi Bareng

Pembangunan16 Dilihat

BLORA|| Jatenggayengnews.com – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, membuka “Ngopi Bareng Forkopimda” yang digelar di Aula Polres Blora, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Blora Ramah Investasi” tersebut menjadi forum diskusi bersama antara Forkopimda, DPRD, OPD, LSM, wartawan, hingga organisasi kemasyarakatan guna memperkuat komitmen bersama menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh masuknya investasi. Menurutnya, investasi akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Suatu daerah bisa maju tergantung ada investasi atau tidak. Kalau investasi bisa masuk, otomatis akan menumbuhkan ekonomi di daerah. Kami berkomitmen bagaimana birokrasi kami melalui perizinan satu pintu agar investor mudah masuk dan jangan dipersulit. Kalau ada investor masuk, kita sambut dengan baik,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada para investor agar merasa aman berinvestasi di Blora. Ia meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah sehingga investor tidak berpindah ke daerah lain.

BACA JUGA  Proyek Drainase Palembang Diduga Langgar KIP dan K3

“Investor harus diberikan kepastian hukum dan dilindungi. Kita harus mengantisipasi berbagai gangguan agar investor ini tidak lari dari Kabupaten Blora,” lanjutnya.

Sebagai upaya mendukung pengembangan investasi, Pemkab Blora tengah mengusulkan dua kawasan industri baru kepada Kementerian Kehutanan. Kawasan pertama berada di wilayah Cabak seluas sekitar 1.500 hektare dan kawasan kedua berada di area KHDTK UGM yang dekat dengan akses Tol Ngawi seluas kurang lebih 1.000 hektare.

Bupati menyebut saat ini sejumlah investasi telah masuk ke Blora, di antaranya sektor migas, kalsium karbonat, hingga bidang pendidikan. Salah satu investasi terbaru adalah hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.

“Yang terbaru ini UNY. Mengapa kita datangkan UNY ke sini, karena kami yakin akan mendorong pembangunan fasilitas olahraga, apalagi UNY membuka jurusan olahraga,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana daerah tetap aman dan nyaman demi mendukung pertumbuhan investasi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Blora.

BACA JUGA  Bocah SD Surati Prabowo soal Belum Terima MBG

“Kalau kita bisa kompak, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora bisa naik dan mengurangi angka pengangguran, sehingga para pencari kerja bisa bekerja di daerah sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk berkembang seperti daerah lain yang berhasil menghadirkan kawasan industri dan menarik investor.

“Kabupaten Rembang dan Grobogan bisa menghadirkan investor untuk membangun lingkungan industri yang sehat dan sukses. Semuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, minimnya lapangan pekerjaan khususnya sektor industri menyebabkan banyak masyarakat Blora bekerja di luar daerah. Karena itu, seluruh elemen harus memiliki visi dan frekuensi yang sama demi kepentingan masyarakat.

“Kita duduk bersama di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memikirkan masa depan masyarakat dan anak cucu kita nanti. Mari membuka hati untuk menjadikan Blora lebih baik agar masyarakat bisa bekerja di kabupaten sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA  Bocah SD Surati Prabowo soal Belum Terima MBG

Kapolres juga mengungkapkan rencana pembentukan tim terpadu yang melibatkan seluruh unsur guna membahas langkah strategis mendukung investasi dan pengembangan kawasan industri di Blora.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, S.Pd menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung kebijakan dan regulasi yang mempermudah investasi tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang memberikan insentif pajak dan retribusi untuk menarik investor masuk. Menurutnya, langkah tersebut dapat dikaji dan diatur melalui peraturan daerah.

“Kita bisa mendiskusikan kembali regulasi yang berkaitan dengan kemudahan investasi, termasuk insentif pajak maupun retribusi agar investor tertarik masuk ke Blora,” kata Siswanto.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda, kepala OPD terkait, LSM, wartawan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Blora Ramah Investasi oleh Forkopimda, OPD, ormas, media, dan seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan bersama menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Blora. ***

News Feed