Dinkes Kabupaten Tangerang Gencarkan Skrining TBC, 290 Kasus Ditemukan di Cisoka

Tentang Kami21 Dilihat

Tangerang ||jatenggayengnews.com— Upaya mendeteksi dan memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Cisoka.

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Aula Masjid Jami’ Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi penemuan kasus secara aktif (active case finding/ACF) untuk menemukan warga yang terindikasi TBC sedini mungkin, sehingga dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan.

Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu kunci dalam menekan penyebaran TBC di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah gejala, terutama batuk berkepanjangan.

“Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk lebih dari tiga minggu, badan terasa lemas, terjadi penurunan berat badan, serta menurunnya nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” ujar Reta.

Warga yang menunjukkan gejala akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya melalui pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien akan mendapatkan obat antituberkulosis sesuai dengan tata laksana pengobatan.

Reta menjelaskan, pengobatan TBC umumnya membutuhkan waktu enam bulan dan harus dilakukan secara disiplin hingga tuntas.

Puskesmas Cisoka juga melakukan pemantauan terhadap pasien, termasuk melalui kunjungan rumah, untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sesuai ketentuan.

BACA JUGA  Dibangun Sesuai Standar Gizi Nasional, Dapur SPPG Polres Temanggung Siap Layani 4.000 Penerima Manfaat

“Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan dengan pengawasan minum obat. Kami juga melakukan monitoring melalui kunjungan rumah untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sampai tuntas,” katanya.

Tak hanya menangani pasien, petugas kesehatan juga melakukan upaya pencegahan terhadap anggota keluarga dan warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Langkah tersebut dinilai penting karena lingkungan terdekat pasien memiliki potensi menjadi lokasi terjadinya penularan apabila tidak dilakukan deteksi dan pencegahan secara tepat.

Reta menekankan pencegahan TBC tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga kondisi kesehatan tubuh dan lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang baik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh. Masyarakat perlu memastikan rumah memiliki jamban sehat, sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, serta lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.

Puskesmas Cisoka juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan lingkungan untuk melakukan pemantauan langsung ke rumah pasien.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal memenuhi aspek kesehatan dan tidak menjadi lingkungan yang berpotensi mendukung penyebaran bakteri penyebab TBC.

“Selama ini kami juga bekerja sama dengan petugas kesehatan lingkungan dan sering turun ke lapangan untuk memastikan rumah pasien dalam kondisi sehat,” ungkap Reta.

BACA JUGA  Gerebek Kos di Padang Barat: Tiga Pasangan Tak Resmi Diamankan

Reta mengungkapkan penemuan kasus TBC di wilayah Kecamatan Cisoka dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.

Namun, menurutnya, peningkatan angka penemuan tersebut tidak serta-merta berarti terjadi peningkatan penularan. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah semakin aktifnya petugas melakukan skrining dan penemuan kasus secara langsung di masyarakat.

Kegiatan penemuan kasus tersebut juga terintegrasi dengan PKG sehingga petugas semakin aktif menjangkau masyarakat.

“Kegiatan penemuan dan skrining TBC yang terintegrasi dengan PKG membuat kami lebih aktif turun langsung ke masyarakat. Dengan semakin banyak kasus baru yang ditemukan, diharapkan semakin banyak pula pasien yang mendapatkan pengobatan,” tuturnya.

Hingga saat ini, Puskesmas Cisoka telah menemukan 290 kasus TBC. Artinya, upaya skrining dan penemuan kasus secara aktif masih terus digenjot untuk mengejar target tersebut sekaligus memastikan pasien yang ditemukan mendapatkan penanganan.

Reta berharap peningkatan penemuan kasus dapat berjalan seiring dengan meningkatnya keberhasilan pengobatan. Dengan demikian, angka kasus TBC di Kabupaten Tangerang dapat ditekan secara bertahap dan target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.

Kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Suparti, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan langsung di lingkungan permukiman.

BACA JUGA  Doa dan Harapan Iringi 15 Jamaah Umroh dari Polres Kebumen

Menurutnya, pelayanan jemput bola seperti ini sangat membantu, terutama bagi para ibu yang memiliki keterbatasan waktu karena harus mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami semua. Kami para ibu ada yang tidak bisa naik motor dan ada juga yang repot dengan anak-anak, jadi sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan gratis ini. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya dan tidak perlu meninggalkan anak-anak,” ujarnya.

Suparti berharap kegiatan pelayanan kesehatan langsung di tengah masyarakat dapat terus dilakukan pemerintah.

Selain memudahkan akses pemeriksaan, kegiatan tersebut juga membantu warga memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh menuju puskesmas.

“Alhamdulillah, tadi saya sudah diperiksa dan insyaallah diberikan obat serta vitamin. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah perhatian kepada warga. Semoga kegiatan seperti ini terus ada ke depannya karena sangat membantu kami, terutama para ibu yang banyak pekerjaan di rumah,” pungkasnya.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2