BOYOLALI || Jatenggayengnews.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, menuai keluhan warga. Fasilitas yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diduga menimbulkan bau menyengat dari aktivitas pengolahan limbah.
Keluhan tersebut mendorong masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali segera mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap sampel limbah yang telah diambil agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro diketahui melayani distribusi Program MBG untuk 12 sekolah dan tiga desa dengan kapasitas sekitar 2.077 porsi makanan.
Perwakilan SPPG, Faisal, membenarkan adanya keluhan warga terkait bau yang berasal dari lokasi operasional. Menurutnya, DLH Kabupaten Boyolali telah melakukan inspeksi lapangan dan mengambil sampel limbah untuk diuji di laboratorium.
“DLH sudah datang ke sini dan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Namun sampai sekarang belum ada arahan atau instruksi kepada kami mengenai langkah yang harus dilakukan,” ujar Faisal.
Ia menjelaskan, pengelola telah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan melibatkan tenaga ahli dalam pengelolaan limbah. Namun, bau yang dikeluhkan warga disebut masih belum dapat dihilangkan secara optimal.
Faisal juga menyebut air hasil pengolahan IPAL dialirkan ke saluran drainase di tepi jalan yang berada di kawasan permukiman. Meski demikian, kesesuaian pengelolaan limbah tersebut dengan ketentuan lingkungan hidup masih menunggu hasil verifikasi dari instansi teknis berwenang.
Warga berharap hasil uji laboratorium segera diumumkan secara terbuka. Apabila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam pengelolaan limbah, masyarakat meminta pemerintah mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, DLH Kabupaten Boyolali belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun hasil uji laboratorium terhadap sampel limbah yang telah diambil.






