Karnaval Budaya HUT ke-81 RI, 9 Grup Sound Horeg Guncang Desa Suntri

Jatenggayengnews.com || Rembang — Suasana Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak meriah pada Sabtu (29/08/2026). Tepat selepas waktu Dzuhur, sembilan grup sound horeg yang berasal dari sejumlah gang di desa tersebut bergerak menuju lapangan Desa Suntri dengan membawa semangat perayaan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Tidak hanya menampilkan perangkat sound system berukuran besar, masing-masing rombongan juga diiringi warga yang mengenakan beragam pakaian adat. Sembilan grup tersebut secara bergantian memasuki area lapangan desa sebelum mengikuti rangkaian pawai di sepanjang rute yang telah ditentukan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Suntri, Edi Sutopo. Menurut Edi, penggunaan sound horeg dalam karnaval di Desa Suntri telah menjadi agenda yang berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Ia mengatakan, pelaksanaan karnaval tahun ini mengusung semangat keberagaman budaya dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

BACA JUGA  Dugaan Makanan Basi di SDN Panggih

“Karnaval ini dalam rangka Desa Suntri turut serta menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Karnaval seperti ini sudah berjalan tiga tahun. Semoga ke depan seluruh warga Suntri lebih antusias dan lebih meriah lagi,” tutur Edi.

Sebelum peserta diberangkatkan, seluruh rombongan terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon kelancaran selama pelaksanaan karnaval.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Kepala Desa Suntri dengan pekikan “Merdeka” sebanyak tiga kali. Seruan tersebut langsung disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lapangan Desa Suntri.

Salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Karnaval Budaya tahun ini adalah keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan. Peserta tidak hanya berasal dari anak-anak dan remaja, tetapi juga kaum bapak serta ibu-ibu.

Istri Kepala Desa Suntri pun turut ambil bagian dalam pawai. Dengan mengenakan busana adat Jawa berupa sanggul, kebaya, dan kain, ia ikut berjalan bersama peserta lainnya menyusuri rute karnaval.

BACA JUGA  Polres Semarang Kembali Amankan Sejumlah Remaja Hendak Perang Sarung

Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi gambaran bahwa karnaval tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga tanpa membedakan usia maupun latar belakang sosial.

Warga dari berbagai kelompok tampak berbaur dalam satu kegiatan, membawa identitas kelompok masing-masing sekaligus menjaga semangat kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat Desa Suntri.

Meriahnya pelaksanaan karnaval tersebut juga tidak lepas dari dukungan swadaya masyarakat. Setiap grup secara mandiri mengumpulkan biaya untuk mempersiapkan kebutuhan karnaval, termasuk penyediaan sound system dan berbagai perlengkapan pendukung.

Total anggaran yang dikeluarkan masing-masing kelompok diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah secara keseluruhan. Dana tersebut dihimpun melalui swadaya masing-masing grup.

Antusiasme masyarakat yang terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan menjadi modal tersendiri bagi penyelenggaraan karnaval pada tahun-tahun mendatang.

BACA JUGA  Kekerasan oleh ‘Pak Ogah’ di Bogor: Korban Batalkan Perdamaian

Dengan keterlibatan warga yang semakin luas dan semangat gotong royong yang tetap terjaga, Karnaval Budaya Desa Suntri diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda tahunan yang mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Suntri pun tidak sekadar menjadi momentum hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan keberagaman budaya dan semangat persatuan melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan warga.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2