KUDUS || jatenggayengnews.com – Pembangunan Jembatan Gantung Setrokalangan-Kedungwaru yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Demak terus dikebut. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan ini menjadi salah satu akses penting bagi warga, khususnya pengendara sepeda motor dari Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, menuju Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, maupun sebaliknya.
Selama ini, akses jembatan gantung tersebut kerap mengalami gangguan karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. Terlebih saat musim penghujan, pengguna jalan harus lebih berhati-hati karena kondisi jembatan dinilai rawan dilalui.
Direksi Teknis Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Nisar Suci Raharjo, mengatakan pembangunan Jembatan Setrokalangan-Kedungwaru merupakan bagian dari proyek Sungai Wulan Paket 3.
Pembangunan jembatan tersebut mendapat anggaran sekitar Rp10 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Progres pembangunan jembatan sudah berjalan sekitar tiga bulan terakhir. Tahap pertama, penyedia jasa fokus pada pembangunan abutment atau penyangga jembatan yang terbuat dari beton bertulang,” kata Nisar.
Menurut Nisar, konstruksi jembatan nantinya menggunakan lempeng baja dengan konsep jembatan gantung. Pekerjaan tersebut terus dipercepat agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Sesuai rencana awal, kami targetkan akhir tahun ini pekerjaan jembatan rampung,” ungkapnya.
Nisar menjelaskan, jembatan gantung tersebut memang dirancang khusus untuk pengguna sepeda motor sebagai penghubung wilayah Kudus dan Demak.
Secara keseluruhan, jembatan memiliki panjang sekitar 180 meter dengan lebar 1,8 meter. Sementara panjang efektif bentang jembatan mencapai sekitar 110 meter.
“Jadi memang dikhususkan untuk pengendara motor, tidak untuk kendaraan roda empat karena lebarnya hanya 1,8 meter,” terangnya.
Pihak BBWS Pemali Juwana menargetkan pembangunan dapat dipercepat sebelum memasuki puncak musim penghujan. Hal itu mengingat wilayah sekitar jembatan merupakan daerah yang kerap terdampak banjir.
Meski demikian, Nisar memastikan desain jembatan telah memperhitungkan kondisi tersebut. Elevasi jembatan dirancang sekitar enam meter dari muka air banjir sehingga masih berada dalam batas aman.
“Misalnya setiap tahun ada sedimentasi sekitar 10-20 sentimeter, hitungan kami masih aman sekitar tiga sampai empat meter,” jelasnya.
Nisar menambahkan, pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari proyek Normalisasi Sungai Wulan Paket 3. Secara keseluruhan, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp350 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya melalui kerja sama operasi (KSO).
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan keberadaan Jembatan Gantung Setrokalangan-Kedungwaru sangat penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Kudus dan Demak.
Menurutnya, setiap hari terdapat sekitar 6.000 hingga 7.000 pengguna sepeda motor yang melintasi akses tersebut.
Pembangunan jembatan, kata Sam’ani, telah lama menjadi harapan masyarakat di kedua kabupaten karena dapat mempercepat mobilitas sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga.
“Ini cita-cita masyarakat Kudus dan Demak, jembatan ini jadi jantung ekonomi pekerja, buruh pabrik, hingga petani. Semoga bisa bermanfaat dan mendukung perekonomian,” ujar Sam’ani saat meninjau pembangunan Jembatan Setrokalangan-Kedungwaru di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat (28/8/2026).
Sam’ani juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BBWS Pemali Juwana dalam pembangunan jembatan tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, dan pihak terkait akan ikut mengawal progres pembangunan hingga jembatan selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu pengguna jalan, Yunis Setianti (32), warga Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengaku menyambut baik pembangunan jembatan gantung tersebut.
Menurutnya, akses tersebut menjadi jalur penting bagi warga yang bekerja di wilayah Kudus maupun sebaliknya.
“Kalau lewat sini bisa mempersingkat waktu hingga 10 menit, daripada harus memutar balik lewat Jembatan Tanggulangin. Semoga pembangunan jembatan ini segera jadi,” harapnya.
Dengan pembangunan jembatan baru tersebut, masyarakat berharap konektivitas antara Kudus dan Demak semakin mudah, aman, dan mampu mendorong aktivitas ekonomi warga di kedua wilayah.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






