SEMARANG||Jatenggayengnews.com_Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan capaian Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dengan rata-rata nilai 71,71 atau masuk kategori baik. Meski menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kabupaten/kota agar tidak terlena dengan angka tersebut.
Saat membuka kegiatan Optimalisasi Capaian Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (22/7/2026), Sumarno menegaskan bahwa IKK hanyalah alat ukur, bukan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah sejauh mana kebijakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh OPD dan pemerintah kabupaten/kota melakukan penilaian secara objektif agar kelemahan dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan dapat diketahui dan segera diperbaiki. Fokus utama, kata dia, bukan mengejar nilai indeks yang tinggi, melainkan menghadirkan kebijakan yang responsif, efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Pemprov Jateng, Agustinus Agus Sudarmanto, mengungkapkan capaian IKK di Jawa Tengah masih menunjukkan kesenjangan. Kabupaten Demak berhasil meraih nilai sekitar 90 dengan kategori sangat baik, namun masih ada sejumlah daerah yang mencatat nilai di bawah 50 atau kategori kurang.
Melalui forum tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap kualitas tata kelola kebijakan terus meningkat sekaligus memperkuat peran para analis kebijakan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang dihasilkan semakin berbasis bukti, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik.






