Orang Tua Siswa Protes SPMB SMKN 5 Batam

Batam ||Jatenggayengnews.com– Puluhan orang tua calon peserta didik yang tidak lolos seleksi di SMK Negeri 5 Batam menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Senin (13/7/2026). Mereka datang bersama sejumlah tokoh masyarakat dan calon siswa dengan membawa spanduk berisi tuntutan terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk di gerbang sekolah yang menilai sistem penerimaan peserta didik baru tidak berpihak kepada masyarakat sekitar. Mereka juga menyatakan penolakan terhadap penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu syarat seleksi pada jalur domisili.

BACA JUGA  Pemerintah akan Buka Penerimaan 3.000 Guru dan 5.000 Staf Sekolah Rakyat

Sejumlah tuntutan disampaikan dalam aksi tersebut. Massa meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dicopot dari jabatannya, mengusulkan agar kuota jalur domisili ditingkatkan menjadi 50 persen, meminta bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan menjadi ruang belajar, serta mendesak adanya kuota khusus bagi anak-anak yang berasal dari wilayah kepulauan.

Aksi itu diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Ketua LPM Sei Pelunggut Lam Marudut Situmorang, Ketua LPM Sei Lekop Herman Sawiran, serta Ketua Komite SMK Negeri 5 Batam Leo Frengky.

BACA JUGA  Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT KORPRI di Sumenep: Apresiasi Guru dan Komitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Namun, perwakilan pengunjuk rasa mengaku tidak dapat bertemu dengan pihak sekolah. Berdasarkan informasi yang mereka terima, Kepala SMK Negeri 5 Batam, Hendra Debeny, sedang berada di luar daerah untuk menjalankan perjalanan dinas ke Tanjungpinang.

Sebelum membubarkan diri, massa menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan dan calon siswa dari lingkungan sekitar tetap tidak memperoleh kesempatan bersekolah di SMK Negeri 5 Batam.

Salah seorang perwakilan orang tua menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak anak-anak untuk memperoleh akses pendidikan. Menurutnya, aksi lanjutan akan dilakukan apabila hingga hari itu tidak ada keputusan atau solusi dari pihak terkait mengenai nasib calon siswa yang belum diterima.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2