Jatenggayengnews.com || Rembang – Nahdlatul Ulama melalui Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rembang menggelar pengajian selapanan di Masjid Fathul Hidayah, Desa Ngadem, Kecamatan Rembang, Minggu (10/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Sebelum acara pengajian malam hari, Pengurus Ranting NU Desa Ngadem lebih dahulu menyelenggarakan sejumlah kegiatan sosial sejak pagi. Kegiatan diawali dengan Tahtimul Qur’an pada pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Selanjutnya, panitia juga mengadakan bakti sosial berupa layanan cek kesehatan, bekam, gurah, dan ruqyah gratis bagi warga Desa Ngadem serta masyarakat sekitar. Kegiatan sosial tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB.
Pada malam harinya, pengajian selapanan MWC NU Kecamatan Rembang dihadiri jajaran pengurus MWC NU, pengurus ranting NU se-Kecamatan Rembang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, badan otonom (Banom), serta lembaga di bawah naungan MWC NU Kecamatan Rembang.
Dalam kesempatan itu, Ketua MWC NU Kecamatan Rembang, Taslim, turut memberikan santunan kepada anak yatim asal Desa Ngadem.
Ketua Ranting NU Desa Ngadem, Jafrul, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami mewakili seluruh pengurus Ranting NU Desa Ngadem mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada muslimin-muslimat, jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Rembang, serta seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Rembang. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun hidangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MWC NU Kecamatan Rembang, Taslim, mengingatkan pentingnya berkhidmat dan mengurus organisasi NU sebagaimana amanat pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
“Barang siapa yang mau mengurus NU akan aku anggap sebagai santriku, dan siapa yang menjadi santriku akan kudoakan khusnul khatimah beserta anak cucunya,” kata Taslim menirukan dawuh KH Hasyim Asy’ari.
Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh KH Khajim Mabrur yang membahas tentang khidmat kepada calon jamaah haji dan pemahaman mengenai jenis-jenis kurban.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk menghormati dan membantu orang yang akan berangkat haji.
“Bagi siapa saja yang mempunyai cita-cita berangkat haji, maka ikutlah khidmat kepada orang yang akan berangkat haji. Dengan niat yang kuat, insyaallah akan diberikan jalan oleh Allah SWT untuk bisa menyusul menunaikan ibadah haji,” jelasnya.
Selain itu, KH Khajim Mabrur juga menerangkan tentang pentingnya berkurban bagi umat Islam yang mampu, sekaligus menjelaskan dua jenis kurban, yakni kurban nazar dan kurban biasa.
Menurutnya, kurban nazar adalah kurban yang sebelumnya telah diniatkan atau diucapkan secara khusus oleh pemilik hewan untuk dijadikan kurban, sehingga orang yang berkurban tidak diperbolehkan memakan dagingnya. Sedangkan kurban biasa merupakan kurban tanpa adanya nazar atau ucapan khusus sebelumnya.
Kegiatan pengajian selapanan tersebut ditutup dengan doa bersama.







