Video Jambak Siswi-Guru Ternyata Prank Ulang Tahun

Nasional23 Dilihat

LANGSA || jatenggayengnews.com — Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video yang memperlihatkan aksi saling jambak antara seorang siswi dengan sosok yang diduga guru di dalam kelas. Peristiwa yang disebut terjadi di Langsa itu menuai kecaman karena dinilai mencoreng dunia pendidikan.

Namun, setelah viral dan memicu polemik, terungkap bahwa insiden tersebut hanyalah sebuah prank yang disusun secara realistis oleh para siswa.

Fakta ini terkuak setelah salah satu siswi yang terlibat, Cindy Aulia, memberikan klarifikasi melalui video permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa adegan tersebut merupakan bagian dari skenario kejutan ulang tahun untuk wali kelas mereka.

BACA JUGA  Pj Gubernur Jateng Melantik Teguh Prakosa Menjadi Wali Kota Surakarta

“Kejadian itu tidak benar terjadi, itu hanya prank. Saya tidak bertengkar dengan guru, melainkan hanya drama dengan teman saya yang memakai baju praktik sehingga terlihat seperti guru,” ujar Cindy.

Ia mengungkapkan bahwa sosok yang semula dikira guru dalam video sebenarnya adalah seorang siswa yang mengenakan pakaian praktik, sehingga tampak menyerupai tenaga pendidik dari kejauhan.

BACA JUGA  Tragiss, Jebakan Tikus di Grobogan Makan Korban Hingga Tewas

Sebelum klarifikasi muncul, video tersebut telah menyedot perhatian luas dan memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan yang dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap guru. Setelah fakta terungkap, publik menyadari bahwa video tersebut hanyalah akting yang berhasil mengecoh banyak orang.

Meski bertujuan memberikan kejutan, Cindy dan rekan-rekannya tetap menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“Kami mohon tidak menyebarkan hoaks lagi terkait video tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA  Diduga Alihkan BBM Subsidi, Klarifikasi SPBU Laman Mumbung Janggal

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial. Tanpa verifikasi yang jelas, sebuah video dapat dengan cepat memicu kesalahpahaman dan membentuk opini publik yang keliru.

Alih-alih menjadi kasus kekerasan di dunia pendidikan, video tersebut justru menjadi contoh bagaimana kreativitas siswa bisa “kebablasan” hingga menimbulkan kehebohan nasional.