Gubernur Jateng Perkuat Sinergi dengan NU

SEMARANG || jatenggayengnews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya menggandeng berbagai pihak dalam membangun daerah, termasuk organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Halalbihalal “Ngumpulke Balung Pisah” warga NU se-Jawa Tengah di Hotel Pandanaran Semarang, Minggu (19/4/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua Baznas dan MUI Jateng Ahmad Darodji, serta Ketua PWNU Jateng Abdul Ghaffar Rozin, bersama sejumlah tokoh lainnya.

BACA JUGA  SPPG 03 Polres Sragen Resmi Dilaunching, Layani 2.238 Anak di Kecamatan Mondokan

Gubernur menyampaikan bahwa kolaborasi dengan para kiai, ulama, dan warga NU telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur, dan kini terus diperkuat.

“Saya bersama Gus Yasin senang, mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus diuri-uri. Berbagai tokoh beda profesi bisa kumpul dengan semangat bersama,” ujarnya.

BACA JUGA  Pilkades Serentak Diikuti 151 Calon, Pemkab Kebumen Anggarkan Rp1,2 Miliar

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan nilai keagamaan, menjaga stabilitas sosial, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga menilai NU memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa melalui kontribusi para ulama, kiai, dan santri.

Sementara itu, Abdul Ghaffar Rozin mengungkapkan bahwa jumlah warga NU di Jawa Tengah merupakan yang terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor di kalangan nahdliyin.

BACA JUGA  Polresta Magelang Amankan 16 Remaja Dalam Patroli Skala Besar Jelang Pilkada

“Tantangan yang harus diselesaikan itu banyak sekali. Maka menyatulah. Semakin besar, semakin rukun, dan bermanfaat bagi nahdliyin dan masyarakat secara umum,” tegasnya.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat seperti NU, diharapkan pembangunan di Jawa Tengah dapat berjalan lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.