Kolaborasi Tradisi dan Teater Memukau Penonton

Nasional340 Dilihat

PADANG PANJANG || jatenggayengnews.com – Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti pembukaan pertunjukan dramatic reading naskah drama “Perempuan di Persimpangan” karya Syafriwan yang digelar pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, di depan Gedung Teater Arena Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Sejak awal acara, ratusan penonton yang hadir langsung disuguhkan penampilan pembuka yang memikat dari Sanggar Seni Tigo Sapilin asal Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Sajian seni tradisional gandang tambua yang energik berhasil mencuri perhatian dan membangun suasana meriah.

Ketua sanggar, Habibullah, S.E., menyampaikan bahwa penampilan tersebut merupakan upaya menghadirkan kembali semangat tradisi di tengah panggung modern. “Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tetap hidup dan bisa berdampingan dengan pertunjukan modern,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketua Organisasi Relawan Siap Didapuk Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Relawan Banteng Militan

Dentuman gandang tambua yang bertalu-talu menggema di ruang terbuka, menghadirkan nuansa magis sekaligus menggugah semangat penonton. Penampilan ini pun disambut tepuk tangan meriah, bahkan banyak penonton yang tampak larut dalam irama yang dinamis.

Memasuki acara inti, dramatic reading “Perempuan di Persimpangan” karya Syafriwan menjadi sorotan utama. Naskah yang merupakan tugas akhir mahasiswa Jurusan Seni Teater ISI Padang Panjang tersebut mengangkat tema pergulatan batin seorang perempuan dalam menghadapi berbagai pilihan hidup yang kompleks.

BACA JUGA  PLT Wali Kota Hadiri Perayaan HUT Unisma Bekasi

Melalui pendekatan dramatic reading, para penonton diajak menyelami emosi dan konflik yang disampaikan para aktor. Meski tanpa tata panggung yang megah, kekuatan naskah dan penghayatan pemain mampu menghadirkan pengalaman teater yang intim dan menyentuh.

Salah satu penonton mengaku terkesan dengan keseluruhan pertunjukan. “Perpaduan antara gandang tambua dan pembacaan drama ini sangat menyentuh. Rasanya tradisi dan modern bertemu dalam satu panggung,” ungkapnya.

Pertunjukan ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga ruang kolaborasi antara seni tradisional dan modern. Kehadiran Sanggar Seni Tigo Sapilin menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan eksplorasi kreatif generasi muda.

BACA JUGA  Yaqut Dialihkan ke Tahanan Rumah KPK

Malam itu, dentuman gandang tambua dan kekuatan narasi dramatic reading berpadu, menciptakan pengalaman seni yang berkesan bagi seluruh penonton yang hadir.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2