KUDUS || jatenggayengnews.com – Momentum libur sekolah tahun 2025 yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan wisata religi. Salah satu lokasi yang mengalami lonjakan pengunjung signifikan adalah Kompleks Makam Kangjeng Sunan Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (4/7/2025), ribuan peziarah tampak memadati area makam. Pintu masuk Makam Sunan Kudus dipenuhi antrean peziarah yang ingin berziarah dalam suasana keagamaan yang khusyuk.
Menurut Humas Yayasan Masjid, Makam dan Menara Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim, lonjakan pengunjung sudah mulai terlihat sejak tanggal 1 Muharam 1447 H atau 27 Juni 2025 lalu.
“Sejak tanggal 1 Muharam sudah mulai ramai, bahkan jumlahnya meningkat dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa yang biasanya sekitar 2.000 hingga 3.000 peziarah,” jelas Denny.
Ia menambahkan bahwa pihak yayasan telah melakukan pengaturan arus peziarah guna menjaga kenyamanan dan kelancaran, termasuk membatasi jumlah pengunjung yang masuk dalam waktu bersamaan agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar area makam.
“Kami lakukan pembatasan agar tidak mengganggu jalan dan peziarah juga tetap merasa nyaman,” tambahnya.
Dalam momen ini, makam Sunan Kudus juga mengalami perubahan penampilan karena kain penutup makam (luwur) telah dilepas sejak 1 Muharam dan sedang dalam proses penggantian. Pembuatan luwur baru dijadwalkan mulai 2 Juli 2025 (6 Muharam), dan akan dipasang untuk puncak acara Buka Luwur yang digelar pada 10 Muharam atau Sabtu malam, 5 Juli 2025.
“Pembuatan luwur baru membutuhkan waktu karena terdiri dari beberapa bagian seperti untuk banyu, langitan, wiron, dan sebagainya. Setelah selesai langsung dipasang,” pungkas Denny.
Sementara itu, Larasati, seorang peziarah asal Yogyakarta, mengaku senang mengikuti wisata religi karena memberikan ketenangan batin yang berbeda dari wisata pada umumnya.
“Saya sering ikut rombongan ziarah bersama remaja masjid atau organisasi kepemudaan. Rasanya adem, tenang, dan nyaman. Sangat berbeda dengan wisata ke tempat lain,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa wisata religi masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengisi liburan yang bermakna spiritual dan mempererat nilai-nilai keagamaan.






