Ketua DPRD Jepara Turun Langsung, Bantu Kursi Roda Untuk Warga Tak Mampu Di Mangunan

Tentang Kami335 Dilihat

JEPARA || Jatenggayengnews.com- Di sebuah sudut tenang Desa Mangunan, Kecamatan Tahunan, seorang warga bernama Koniah (60) kembali bisa merasakan secercah harapan. Hari Sabtu (31/5/25), Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, datang langsung ke rumahnya. Ia membawa lebih dari sekadar kursi roda. Ia membawa kepedulian.

Cerita ini bermula dari sebuah aduan. Sayuti, Petinggi Desa Mangunan, melaporkan kondisi salah satu warganya yang mengalami kelumpuhan dan kesulitan untuk berjalan. Kursi roda dibutuhkan segera bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai jembatan harapan di tengah keterbatasan. Aduan itu diterima dan dijawab dengan cepat.

Agus Sutisna tidak hanya menanggapi secara administratif. Ia melangkah langsung ke lapangan. “Ini bukan soal sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana kehadiran negara melalui wakil rakyat bisa benar-benar dirasakan,” ucap Agus di sela kunjungannya.

BACA JUGA  Polsek Kandis Tanam Pohon Wujudkan Green Policing

Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan kursi roda untuk Koniah dan juga mengurus akses layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Kartu Indonesia Sehat. Bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan pengobatan jangka panjang, tanpa harus terbebani biaya.

BACA JUGA  114 Polisi Amankan Grobogan Fun Run 2025

Arif (35), salah satu anggota keluarga Koniah, menyampaikan rasa syukurnya. “Kami sangat terbantu. Di masa sulit seperti ini, bantuan ini bukan cuma meringankan beban, tapi memberi harapan. Kami ucapkan banyak terima kasih,” ujarnya dengan mata berkaca.

Sayuti, selaku Petinggi Mangunan, turut memberikan apresiasi terhadap respons cepat dari Ketua DPRD Jepara. “Saya mewakili desa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Ini bukti nyata bahwa saluran aspirasi warga berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

BACA JUGA  Kapolres Magetan Tinjau Lokasi Telaga Sarangan Terkait Badai yang Melanda

Agus Sutisna menutup kunjungannya dengan harapan: agar bantuan seperti ini tak berhenti pada satu nama, satu alamat, atau satu desa saja. “Semakin banyak warga yang bisa kita bantu, semakin berarti pula keberadaan DPRD. Fungsi keterwakilan bukan sekadar hadir di rapat, tapi ada di tengah rakyat,” ujarnya.

Dalam dunia yang kadang terasa terlalu sibuk untuk mendengar, hari ini Jepara menunjukkan bahwa satu suara aduan bisa berubah menjadi aksi nyata asal ada yang mau mendengarkan dan bertindak.(Red).