Gibran Pindah ke IKN Jadi Harapan Utama Kubu Pro Prabowo

Tentang Kami381 Dilihat

Jakarta || Jatenggayengnews.com- Wacana kepindahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada awal 2026 menarik perhatian pegiat media sosial Alifurrahman.

Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar perpindahan administratif.

Namun mengandung makna politik penting bagi kubu pendukung Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Alifurrahman, kunjungan Gibran ke IKN baru-baru ini menjadi kunjungan pimpinan negara pertama sejak pelantikan Oktober 2024.

Kehadiran Gibran menjadi sinyal positif bagi investor bahwa proyek IKN tetap berjalan.

BACA JUGA  Final Dandim Cup 2025 Pecah! Ribuan Penonton Histeris, Eka Mandiri Jaya Raih Juara 1

Meskipun belum ada kunjungan langsung dari Presiden.

Rencana Gibran mulai berkantor di IKN pada 2026 sejalan dengan harapan kuat kalangan pro-Prabowo.

Pendukung Presiden Prabowo yang murni tidak menyukai keberadaan Gibran di Jakarta.

Mereka menginginkan Gibran tidak berada di Jakarta, baik di Solo maupun IKN.

Menurut Alifurrahman, keberadaan Gibran di Jakarta mengganggu konsolidasi kekuasaan.
Posisi wakil presiden tidak seharusnya menjadi pusat perhatian politik tersendiri.

Sebagian pendukung Prabowo menilai Gibran mengambil porsi panggung yang seharusnya milik presiden.

BACA JUGA  Tanaman Karet 1 Ha Milik Warga Miskin Dirusak Habis Oleh Operator Alat Berat

Beberapa inisiatif Gibran seperti “Lapor Mas Wapres” dan pembagian “Bingkisan Wakil Presiden” memunculkan persepsi Gibran berusaha tampil sebagai figur tersendiri.

Program-program itu sempat mencuat namun kemudian meredup.

Skenario kepindahan Gibran ke IKN dianggap menguntungkan kubu pro-Prabowo.

Hal itu menghilangkan potensi benturan simbolik di Jakarta sebagai pusat kekuasaan dan perhatian publik.

Dengan berkantornya Gibran di IKN, panggung politik nasional dapat fokus pada Presiden Prabowo.

BACA JUGA  Gercep, 14 Orang Diamankan Polres Klaten Pasca Konvoi Bersajam Di Karangdowo

Sementara Gibran menjalankan peran wakil presiden dari lokasi strategis yang menjadi simbol transformasi pemerintahan.

Alifurrahman menegaskan wakil presiden seharusnya tidak memiliki panggung politik sendiri.

Gibran tidak perlu mengambil porsi yang menurut mereka milik presiden.(*)

Gambar 1 Gambar 2