Banjir dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah

Tentang Kami10074 Dilihat

JAKARTA || Jatenggayengnews.com– Memasuki akhir pekan, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami bencana hidrometeorologi basah, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam periode Sabtu-Minggu, 21–22 Juni 2025.

Salah satu peristiwa terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, di mana hujan deras memicu luapan sungai yang menyebabkan banjir di Kampung Atkari, Kecamatan Misol Utara. Insiden yang terjadi Jumat (20/6) dini hari tersebut mengakibatkan dua jembatan rusak dan 215 rumah terdampak.
Hingga Sabtu (21/6), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan penanganan di lokasi. Laporan menyebutkan 75 persen rumah yang terdampak masih terendam air.

Bencana serupa juga melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tingginya curah hujan menyebabkan meluapnya Sungai Pawan yang merendam 19 desa dan empat kelurahan di lima kecamatan. Data sementara menyebutkan sebanyak 2.378 kepala keluarga (KK) atau 7.411 jiwa terdampak, dan total 4.894 KK atau 14.077 jiwa terendam banjir.

BACA JUGA  Longsor Berulang di Kelurahan Kahean, Wakil Wali Kota Tinjau Lokasi untuk Penanganan Cepat

Selain ribuan rumah, banjir juga berdampak pada berbagai fasilitas umum. Tercatat 4.445 rumah terendam, 2.043 rumah terdampak, serta merusak satu fasilitas kesehatan, 12 tempat ibadah, dan tujuh fasilitas pendidikan. Ketinggian air di wilayah-wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 15 hingga 200 sentimeter.

Meski air mulai surut, BPBD Ketapang masih menerjunkan tim untuk kaji cepat, membersihkan wilayah terdampak, mengeruk dan menyedot saluran air, serta membantu evakuasi barang milik warga.

BACA JUGA  Operasi SAR Longsor Cibeunying, Hari ke-10 Pencarian Dua Korban Dipusatkan pada Worksite A1 dan B1

Di Sulawesi Tengah, banjir terjadi di Desa Sumbersari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu malam (21/6) pukul 21.40 WITA. Sebanyak 14 KK atau 47 jiwa terdampak. Banjir dilaporkan surut pada Minggu (22/6) dini hari, namun BPBD tetap siaga untuk memantau kondisi di lapangan.

Sementara itu, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di perbukitan Desa Janji Manahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, pada Kamis (19/6).
Sebanyak tiga desa yakni Janji Manahan, Turpuk Sihotang, dan Turpuk Sagala terdampak dengan luas lahan terbakar mencapai 70 hektare. Hingga Sabtu (21/6), sebagian titik api telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA  Polrestabes Semarang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Serentak Gelar Aksi Bersih Lingkungan

Merespons rangkaian bencana ini, BNPB kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak terhadap ancaman hidrometeorologi.
“Kami mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta menyiapkan tempat penampungan air untuk menghadapi cuaca ekstrem,” ujar perwakilan BNPB dalam keterangan resminya.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar rutin memperbarui informasi cuaca dan kondisi lapangan dari pihak berwenang, khususnya bagi yang hendak beraktivitas di luar ruangan atau bepergian.